Headlines News :
Home » » BPJS Kesehatan: Warga Surabaya Ajukan Penurunan Kelas

BPJS Kesehatan: Warga Surabaya Ajukan Penurunan Kelas

Written By Redaksi on Rabu, 16 Maret 2016 | 17.50.00

"Jika peserta merasa keberatan dengan besaran iuran premi, maka dapat 'down grade' (turun tingkatan kepesertaan) kelas yang dipilih sesuai dengan kemampuan peserta, namun dengan persyaratan telah terdaftar selama setahun"

    Surabaya  - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Surabaya mengakui beberapa warga Surabaya (peserta) mengajukan penurunan kelas untuk menghindari kenaikan penyesuaian iuran dari kelas I ke kelas II maupun kelas II ke kelas III.

         "Memang, ada beberapa yang mengajukan penurunan kelas akibat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Iuran," kata Staf Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Surabaya, Nurinda Mahyarani, di Surabaya, Rabu.

         Ia mengatakan Perpres yang berlaku per 1 April mendatang itu mengalami kenaikan dalam iuran premi setiap bulannya, namun dalam pengajuan penurunan tingkatan kepesertaan BPJS Kesehatan harus terdaftar selama setahun.
         "Jika peserta merasa keberatan dengan besaran iuran premi, maka dapat 'down grade' (turun tingkatan kepesertaan) kelas yang dipilih sesuai dengan kemampuan peserta, namun dengan persyaratan telah terdaftar selama setahun," katanya.

         Besaran iuran kelas I yang semula Rp59.500 menjadi Rp80 ribu, Iuran kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu, sedangkan iuran kelas III yang semula Rp25.500 menjadi Rp30 ribu.

         "Penyesuaian iuran untuk keberlanjutan program jaminan kesehatan setiap dua tahun. Pembahasan Perpres ini sudah dilakukan oleh kementerian terkait sejak 2014 serta melibatkan stakeholder terkait," tuturnya.

         Sesuai data BPJS Kesehatan Surabaya, jumlah peserta di Surabaya sekitar 2,2 juta dengan rincian 407 ribu peserta merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) berasal APBN dan lebih dari 280 ribu peserta dari APBD yang didanai pemerintah setempat.

         Sementara itu, Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Jatim, Indri Damayanti, menuturkan penyesuaian iuran peserta PBI serta penduduk yang didaftarkan ke pemerintah daerah sebesar Rp23 ribu per orang tiap bulan.

         "Untuk penyesuaian iuran, idealnya harus menyesuaikan hitungan aktuaria minimal Rp36ribu untuk kelas III oleh ahli dan rekomendasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), namun tidak menjadi opsi pemerintah," jelasnya.

         Ia mengungkapkan jika ada penjelasan iuran kelas III peserta mandiri menjadi Rp30 ribu yang dinilai dibawah angka ideal, maka penyesuaian tersebut sesuai dengan yang dilaporkan ke Presiden. (antara)
Share this article :

Subscrib Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
 
I Pedoman Media Siber | Syarat Dan Ketentuan | Redaksi
Powered by SuaraPekerja
Copyright © 2011. Jatim Today | Portal Berita Jawa Timur - All Rights Reserved
Design by Creating Website Published by Mas Template