Headlines News :
Home » » Dituding Pembohongan Publik, M Alyas Bakal Dilaporkan PK Golkar se Surabaya ke KIP

Dituding Pembohongan Publik, M Alyas Bakal Dilaporkan PK Golkar se Surabaya ke KIP

Written By Redaksi on Rabu, 23 Maret 2016 | 20.20.00

SURABAYA – Acara Presscon yang digelar M Alyas, Agung Prasdjo dan Binti yang menyatakan bahwa Partai Golkar Surabaya sudah mengambil keputusan sikap terkait Raperda Minhol, ternyata dimentahkan oleh sejumlah ketua PK Golkar Surabaya yang kala itu menjadi peserta rapat pleno.

“Apa yang mereka katakan itu semua bohong, kami ini peserta rapat pleno, jadi yang benar, rapat itu berakhir ricuh, dan tidak ada satupun keputusan atau risalah rapat pleno yang bisa dipakai sebagai acuan, karena mayoritas peserta rapat pleno melakukan aksi walk out, dan kami juga tidak bertanda tangan sebagai bukti menyetuji hasil rapat,” terang Docky ketua PK Jambangan. Rabu (23/3/2016)

Sementara Pertiwi Ayu Khrishna ketua fraksi Golkar DPRD Surabaya juga mereaksi pernyataan Binti yang meminta agar dirinya tunduk terhadap pimpinan partai, dengan mengatakan bahwa kalau benar pasti tunduk, tapi kalau salah tetap akan dilawan.

“Kalau sikap dan tindakan ketua Plt ini benar sesuai mekanisme partai, tidak usah diminta, pasti saya akan patuhi, tetapi kalau salah, ya saya tidak mau, bahkan akan saya lawan, jangan hanya karena posisi saya sendiri lantas dianggap lemah, kita lihat saja nanti,” tegas Ayu.

Ayu menuturkan, kalau dasarnya soal iri dan dengki, ini memang tidak ada hukumnya, soliditas antar kader itu selalu kami jaga mulai dari sebelum hingga menjadi pengurus, jika ada persoalan intern, harusnya sebagai ketua bisa dan harus mampu untuk menyelesaikan, tidak harus mencuat seperti ini, harusnya cara kepemimpinan yang sebelum-sebelumnya itu dicontoh.

“Dari jaman pertama sampai masuk ke era Plt, dari jaman pak Gatot Sujito, jaman pak Edi Embun dan jaman pak Adies Kadir, itu tidak ada keributan seperti ini, meski kami akui juga banyak persoalan intern kala itu, tetapi sebagai ketua, beliau-beliau itu mampu meredam sekaligus menyelesaikan, karena melakukan meaknisme yang benar,” tambah politisi yang berlatar belakang pengusaha Kapal Cargo ini.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini juga mengatakan, kalau saat ini sudah salah kaprah, membenarkan yang jelas-jelas salah, buktinya saya sebagai ketua fraksi didukung oleh mayoritas PK, karena saya memang merasa tidak pernah berbuat macam-macam di partai, lha ini orang baru masuk ke Kota Surabaya malah bikin keonaran, seperti Binti itu belum sampai dua tahun.

“Sementara saya sejak Golkar A Yani dibakar saya sudah di Golkar, tetapi esensinya memang bukan soal lama atau tidak, tetapi etika itu juga harus dipakai, jangan hanya ambisi saja yang di kedepankan,” akunya.

Hari ini seluruh PK se Surabaya berkumpul dan berkonsolidasi terkait rencananya melaporkan M Alyas Plt Ketua DPD Golkar Surabaya ke Komisi Informasi Publik, karena dinilai telah melakukan pembohongan public.

“Termuat di media, bahwa M Alyas secara tegas menyatakan akan melaksanakan instruksi DPP untuk tidak melakukan reposisi jabatan structural apapun, termasuk jabatan ketua komisi, lha kok belakangan ada pemaksaan PAW structural dan akibatnya rapat pleno ricuh, Ini pembohongan public, dan kami akan laporkan,” jelas Asrofi.

Tidak hanya itu, Dicky ketua PK Jambangan juga mengakui jika figure M Alyas itu adalah politisi yang cerdas dan pintar, tetapi dianggapnya spontan menjadi politisi yang bodoh.

“Dari dulu saya ini pengangum beliau, karena menurut saya memang cerdas dan pandai, tapi kenapa untuk persoalan ini tiba-tiba menjadi bodoh, kami semua juga bingung, atau karena kepentingan sesaat orang yang pandai itu mendadak bisa menjadi bodoh?” tanyanya.

 
Wacana PAW Strukturar bulan Januari 2016, SK DPD Tingkat I Soal PAW keluar Bulan Desember 2015, Kok Bisa?

Sebelumnya media ini menulis pernyataan Agusng Prasodjo, bahwa namanya tercantum sebagai pengganti posisi bendahara di DPD Golkar Surabaya yang saat ini diduduki Lis, itu sesuai SK pengangkatannya yang telah dikeluarkan sejak bulan Desember 2015.

“SK PAW itu sudah dikeluarkan Desember 2015, maka setelahnya tidak ada penggantian lagi, itu yang benar, jadi bukan setelah ada instruksi DPP lantas ada reposisi,” terangnya kepada Suarapubliknews.net. Sabtu (18/3/2016)

Pernyataan ini spontan ditanggapi keras oleh sejumlah ketua PK yang sedang berkumpul di ruang fraksi Golkar DPRD Surabaya untuk memberikan dukungan mental terhadap Pertiwi Ayu Khrishna, termasuk Asrofi wakil sekretaris DPD Golkar Surabaya.

Menurutnya, jawaban Agung terkait SK untuk dirinya ini membuktikan bahwa scenario PAW Struktural sudah direncanakan sebelumnya, dengan menyiapkan terlebih dahulu SK dari DPD tingkat I jatim.

“Nah sekarang sudah ketahuan belangnya, bahwa scenario busuk yang dilakukan Alyas dan gerbongnya ini ternyata sudah dipersiapkan sebelumnya, hanya saja mereka ini masih terkesan bodoh karena tanggalnya tidak pas, masak ada SK keluar sebelum wacana itu digulirkan, lantas apa dasarnya kalau bukan hanya niat busuk,” celanya.
Polemik yang melanda DPD Golkar Surabaya ini sudah mencuat ke publik lebih dari satu bulan, tetapi tanda-tanda bahwa DPD tingkat I Jatim akan turut meredam sekaligus menyelesaikan konflik intern ini sepertinya belum kelihatan. Kenapa?(q cox)
Share this article :

Subscrib Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
 
I Pedoman Media Siber | Syarat Dan Ketentuan | Redaksi
Powered by SuaraPekerja
Copyright © 2011. Jatim Today | Portal Berita Jawa Timur - All Rights Reserved
Design by Creating Website Published by Mas Template