Headlines News :
Home » » Limbah B3 Dibuang Sembarangan BLH Jatim Tutup Mata

Limbah B3 Dibuang Sembarangan BLH Jatim Tutup Mata

Written By Redaksi on Rabu, 16 Maret 2016 | 03.49.00

Surabaya– Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jati diragukan keberaniannya untuk menindak perusahaan yang kerap membuang limbah berbahaya beracun (B3) seenaknya sendiri di wilayah Jatim. Prigi Arisandi aktivis lingkungan mengungkapkan hal itu karena melihat sendiri aktivitas penimbunan limbah B3 di Pergudangan Maspion kawasa Manyar Gresik.
Prigi melihat juga truk-truk berwarna orange yang di antaranya bertuliskan PT PRIA.  Prigi tidak yakin bakal ditindak Pemprov Jatim. Dengan begitu aktivitas pembuangan limbah B3 di berbagai wilayah Jatim, termasuk di Pergudangan Maspion Manyar, Gresik, bakal menguap tanpa ada tindakan apapun dari Pemprov Jatim. "Pemprov bakal berdalih yang lebih berwenang menindak adalah pemerintah pusat. Alasannya pemerintah pusat yang memberikan izin perusahaan pengolah limbah B3," ungkap Prigi, Rabu (16/3/2016).
Padahal, menurut Prigi, BLH Jatim semestinya bisa mengambil peran penindakan terhadap penjahat lingkungan di Jatim. Sebelumnya Memorandum memberitakan, aktivitas penimbunan limbah B3 di Pergudangan Maspion, Manyar, Gresik, diduga merupakan bekas batubara asal luar pulau. Dikirim menggunakan kapal tongkang berkapasitas 7000 ton setiap hari melalui Pelabuhan Tanjung Perak maupun Pelabuhan Gresik.
Diduga pelakunya adalah PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA), perusahaan transporter dan pengolah limbah B3 yang berkantor di Kemlagi, Mojokerto. Indikasinya karena ada beberapa truk yang membuang limbah di Pergudangan Maspion itu bertuliskan PT PRIA. Pergudangan Maspion Manyar, Gresik, hanya satu dari banyak tempat lainnya di Jatim yang dijadikan lokasi pembuangan limbah B3 sembarangan, tanpa diolah terlebih dahulu sebagaimana diatur perundangundangan.
Pengelola PT PRIA Yoyok, , mengonfirmasi bahwa truk-truk yang membuang dan menimbun limbah B3 Batubara di Pergudangan Maspion Manyar itu bukan miliknya. "Sudah saya cek, kita gak pernah membuang limbah B3 Batubara di Pergudangan Maspion. Kalau ada truk bertuliskan PT PRIA yang membuang limbah B3 di sana, silahkan laporkan saya," ucapnya.
Sementara Prigi menyebut PT PRIA sebagai penjahat lingkungan yang banyak mengakibatkan kerugian yang menyangkut kesehatan penduduk di berbagai tempat wilayah Jatim yang dijadikan lokasi pembuangan limbah B3.
Pekan lalu Prigi membawa perwakilan warga Jetis, Mojokerto, yang wilayahnya dijadikan sebagai salah satu tempat pembuangan limbah B3 oleh PT PRIA. Sejumlah warga yang sekujur tubuhnya bentol-bentol terdampak pembuangan limbah B3 yang dibuang sembarangan PT PRIA itu dihadapkan ke Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Harapannya agar Pemprov Jatim melakukan tindakan tegas terhadap penjahat lingkungan. "Saya harap pejabat kita kalau memang mau mencari keuntungan dari pembuangan limbah B3 yang cantik lah, jangan sampai mengorbankan warganya," tutur Prigi.
Menurut Prigi dirinya tidak berharap banyak Pemprov akan melakukan tindakan. "Kalau kita tekan Pemprov Jatim untuk menindak, saya rasa percuma. Pemprov Jatim tidak akan menindak sebab memang yang lebih berhak menindak adalah Pemerintah Pusat karena yang mengeluarkan izin adalah Pemerintah Pusat," ujar Prigi.
Lebih lanjut Prigi bersama aktivis lingkungan lainnya akan mendesak Pemprov Jatim untuk mengkaji dampak pembuangan limbah B3 terhadap penduduk. "Setidaknya Pemprov Jatim bisa mengkaji dampaknya yang merugikan kesehatan penduduk di sekitar lokasi pembuangan limbah B3," pungkasnya. (rha)
Share this article :

Subscrib Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
 
I Pedoman Media Siber | Syarat Dan Ketentuan | Redaksi
Powered by SuaraPekerja
Copyright © 2011. Jatim Today | Portal Berita Jawa Timur - All Rights Reserved
Design by Creating Website Published by Mas Template