Headlines News :
Home » » Pemprov Jatim Surati BPJS Terkait Rencana Kenaikan Iuran

Pemprov Jatim Surati BPJS Terkait Rencana Kenaikan Iuran

Written By Redaksi on Rabu, 16 Maret 2016 | 18.11.00

Jombang - Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berencana mengirimkan surat ke badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan terkait dengan rencana kenaikan iuran yang berlaku per 1 April 2016.
     
"Pak Gubernur sedang menimbang untuk mengirim surat ke BPJS, sebisa mungkin tidak perlu dinaikkan iuran, dan itu yang kami pikirkan," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat menghadiri kegiatan silaturahmi ulama dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan di Pondok Pesantren Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Rabu malam.
     
Ia mengatakan adanya rencana kenaikan itu tentunya bisa membebani masyarakat, salah satunya yang mengikuti peserta BPJS secara mandiri. Padahal, peserta mandiri tingkat kepesertaannya masih rendah.
     
"Peserta mandiri ini perlu didorong lagi, sebab tingkat kepesertaan masih rendah. Saya khawatir nantinya makin lemah minat masyarakat menjadi peserta BPJS," ujarnya.
     
Ia mengatakan, dalam BPJS sebenarnya terdapat tiga yang inti, yaitu kepesertaan, pelayanan, serta anggaran. Untuk kepesertaan saat ini di Jatim masih sekitar 55 persen peserta, termasuk pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, serta penerima iuran dari pusat. Sementara itu, untuk peserta mandiri masih minim, dari 5 juta pekerja formal hanya ada 1 juta yang menjadi peserta.
     
Selain itu, lanjut dia, untuk pelayanan juga selama ini masih terdapat permasalahan di rumah sakit dan untuk anggaran selama ini diketahui defisit. Dari evaluasi, tiap tahun BPJS mengalami kerugian dengan nominal cukup besar. 
     
Ia mengatakan, sebenarnya Pemprov Jatim tidak menolak adanya rencana kenaikan iuran BPJS tersebut. Kebijakan adanya kenaikan itu tentunya sudah sepengetahuan dan atas persetujuan Presiden. Namun, Gus Ipul tetap menegaskan agar kenaikan itu tidak dilakukan. 
     
"Jika kami bisa berpendapat, usulan kami tidak dinaikkan dulu," tegasnya.
    
Pemerintah membuat aturan baru terkait rencana kenaikan iuran BPJS yang rencana berlaku per April 2016. Kenaikan itu berdarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres itu sendiri diundang-undangkan pada 1 Maret lalu.
     
Dengan terbitnya perpres itu, besaran iuran kelas I yang semula Rp59.500 menjadi Rp80 ribu. Iuran kelas II yang semula Rp42.500 naik menjadi Rp51 ribu. Sedangkan iuran kelas III yang semula Rp25.500 menjadi Rp30 ribu.
     
Iuran peserta penerima bantuan iuran (PBI) serta penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp19.225 menjadi Rp23 ribu. Namun kenaikan iuran bagi peserta PBI tersebut sudah berlaku sejak 1 Januari lalu. (antara)
Share this article :

Subscrib Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
 
I Pedoman Media Siber | Syarat Dan Ketentuan | Redaksi
Powered by SuaraPekerja
Copyright © 2011. Jatim Today | Portal Berita Jawa Timur - All Rights Reserved
Design by Creating Website Published by Mas Template