Headlines News :
Home » » Rayakan Ultah ke 66, Satpol-PP Surabaya Dapat Kado 5 ABG Teler

Rayakan Ultah ke 66, Satpol-PP Surabaya Dapat Kado 5 ABG Teler

Written By Redaksi on Selasa, 15 Maret 2016 | 22.15.00


SURABAYA Pemkot Surabaya ternyata masih mempunyai beban yang berat karena masih adanya anak jalan (anjal) di hampir seluruh wilayah, dan keberadaannya sulit untuk dideteksi oleh jajaran pemkot di tingkat bawah.

Ditengah perayaan Ultahnya yang ke 66, Satpol-PP Kota Surabaya di kado tangkapan anak jalanan di bawah kolong jembatan fly over Diponegoro yang kondisinya masih tertidur dan teller akibat minuman keras dan Pil Koplo.

Tadi pagi, Selasa (15/3/2016), Satpol- PP Surabaya menemukan 5 anak usia ABG yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan di bawah umur, yang sedang tertidur di bawah kolong jembatan flay over Diponegoro, lantaran kondisinya masih teller akibat menenggak minuman keras jenis oplosan yang dibelinya di Donowati dan menelan pil kolpo jenis Double L.

Berikut adalah nama anak-anak jalanan yang berhasil diamankan oleh petugas Satpol-PP Kota Surabaya, antara lain TA (21), RP (16), EA (14), PV 14, NI (16). Mereka ini tinggal di wilayah yang sama yakni Kupang Karjan Surabaya, sehingga tindakan ini dilakukan berdasarkan amanah Perda no 6 th 2011 tentang perlindungan anak.  

Untuk diketahui, inisial EA (14) ini adalah siswa SD kelas 5 dan masih mempunyai orang tua lengkap yang sehari-harinya berjualan. Namun fatalnya, perempuan yang alan menginjak usia remaja ini ternyata sudah memiliki Tatto di dadanya dengan tulisan Bella.

“Selama ini kami tidak pernaha tau, saat ditanya ibunya, dia mengaku jika itu tattoo yang bisa hilang dalam waktu seminggu,” ucap orang tua EA yang sengaja didatangkan keMako Satpol-PP untuk menjemputnya.

Sementera untuk inisial RP (16), kisahnya perempuan dengan tubuh kecil semampai ini lebih menyedihkan, karena saat dilakukan pendataan oleh petugasa Satpol-PP ternyata mengaku jika kondisinya sudah tidak perawan karena pernah menjadi korban trafficking di Maluku Ambon.

Kini hidupnya lebih banyak dijalan karena orang tuanya terkesan tidak lagi peduli dengan dirinya, bahkan saat dihubungi petugas Satpol-PP agar mengambil anaknya, juga tak kunjung datang. Akibatnya, RP harus berusaha untuk hidup mandiri dengan cara bergaul dengan sembarang orang, termasuk dengan beberapa pengguna pil koplo.

Melihat kondisi ini, Yunus Camat Sawahan mengaku prihatin sekaligus geram, karena melihat anak-anak usia remaja yang ternyata sudah menjadi korban pergaulan bebas dan hidup dijalanan, padahal masih memliki orang tua.

“Saya tidak habis pikir, kok bisa anak-anak seusia begini sudah hidup dijalan dan sudah mengenal minuman keras dan pil koplo, apalagi ternyata adalah warga di wilayah saya,” ucapnya. (15/3/2016)

Tidak hanya itu, merasa menjadi tanggaung jawabnya, Yunus spontan memanggil Lurah setempat agar segera datang dan mendata anak-anak yang terjaring Satpol-PP Kota Surabaya karena ditemukan sedang dijalanan dalam kondisi teller (masih dalam pengaruh alcohol dan pil koplo). (q cox)
Share this article :

Subscrib Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
 
I Pedoman Media Siber | Syarat Dan Ketentuan | Redaksi
Powered by SuaraPekerja
Copyright © 2011. Jatim Today | Portal Berita Jawa Timur - All Rights Reserved
Design by Creating Website Published by Mas Template