Headlines News :
Home » » Sapi Impor Bakal Banjiri Jatim

Sapi Impor Bakal Banjiri Jatim

Written By Redaksi on Rabu, 16 Maret 2016 | 03.29.00

Surabaya– Pemanfaatan lahan milik TNI untuk program penggemukan sapi diseriusi oleh Pemprov Jatim. Dan untuk mrelaisasikannya tahun ini rencananya ada 500 ribu ekor sapi impor direkomendasikan ditampung di beberapa lahan milik TNI. Ini merupakan bagian dari progam pemanfaatana lahan TNI untuk penggemukan sapi sebagai upaya penguatan ketahanan pangan.
Sapi tentunya dari daerah2 penghasil, yang jelas impor. Kalau (produksi) Indonesia kan hanya cukup dari itu saja,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jatim, Maskur, Selasa (15/3/2016). Saat ini ada 500 ribu ekor yang direkomendasikan. Selain itu, secara lisan Menteri Pertanian saat bertemu Gubernur memberikan respon positif atas program ini di Jatim.
Menurutnya, Pemprov akan terus melakukan maping terkait program ini. Program ini diharapkan mampu memberikan percepatan pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional. Sehingga nantinya bisa menyetabilkan harga daging sapi yang selama ini fluktuatif.
Saat disinggung tentang aturan maupun pergub yang melarang masuknya sapi impor ke Jatim, dirinya mengaku tidak ada aturan tersebut sehingga program ini tidak akan menemui permasalahan. ”Tidak ada pergub yang larang impor (sapi), kita tidak punya pergub itu,” ujarnya.
Pemprov juga akan membentuk Badan Umum Milik Daerah untuk mengelola program ini. Karena, nantinya penggemukan sapi ini berbentuk feedloter. “Lihat mana yang paling potensi, yang potensial yang paling dekat untuk mengeloala. Banyak BUMD milik Jatim yang berpeluang. Terkait lembaga tergantung pak Gubernur,” ungkap Maskur.
Menurutnya, sesuai dengan maping yang dilakukan Dinas Peternakan Jatim, 10 hektare bisa memuat 10 ribu ekor sapi. Karena itu untuk memperceprat realisasi program ini, pihaknya teruys melakukan pertemuan dengan semua pihak. “Target kami tahun ini program ini harus sudah berjalan,” tukasnya.
Program ini menurut Maskur merupakan usulan Gubernur Jatim untuk memenuhi kebutuhan daging nasional yang masih kurang. Sehingga berpengaruh pada harga di pasaran. Sehingga Jatim sebagi daerah produsen ingin memberikan suplai lebih terhadap kebutuhan nasional.
Jika dilihat dari konsumsi daging nasional tahun 2015 berada pada posisi 22kg/kapita/tahun.
Sehingga kekurangan sapi yang diperlukan Indonesia sekitar 840 ribu ekor. Dengan kebutuhan ini anggaran yang diperlukan sekitar Rp. 15 triliun. Sedangkan tahun 2016 ada peningkatan konsumidaging sapi mencapai  26kg/kapita/tahun. Karena itu kebutuhan sapi nasional cukup besar sekitar 1,37juta ekor sapi dengan anggaran sekitar Rp. 25 triliun.
Karena itu potensi lahan di Jatim yang jadi aset TNI bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sapi potong. “Presiden merespon pemikiran gubernur ini sehingga melalui sekretaris kabinet, di bidang ketahanan pangan melakukan koordinasi,” cerita Maskur.
Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo berharap dengan tersedianya lahan untuk peternakan dan penggemukan sapi maka kekurangan stok sapi nasional nantinya bisa dicukupi dari Jatim. "Kalau semua sudah disetujui maka akan menjadi tempat yang tepat untuk peternakan sapi. Efek baiknya tidak hanya di Jatim, tapi juga nasional," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya. (rha)
Share this article :

Subscrib Me

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
 
I Pedoman Media Siber | Syarat Dan Ketentuan | Redaksi
Powered by SuaraPekerja
Copyright © 2011. Jatim Today | Portal Berita Jawa Timur - All Rights Reserved
Design by Creating Website Published by Mas Template