x

Mengenal Pola Asuh Strict Parent Bagi Anak

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Jun 2023 17:35 0 333 Redaksi

Setiap orang tua pasti memiliki pola asuh yang berbeda, karena mereka menghendaki anak-anaknya untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam konteks tersebut orang tua selalu memberikan kontribusi besar bagi anak mereka, mereka mengupayakan pola asuh terbaik untuk mendidik dan menemani proses pertumbuhan dan perkembangan anak, terlebih dalam hal bertindak dan berperilaku.

Banyak di kalangan orang tua menerapkan berbagai pola asuh yang berbeda bagi anaknya, namun ternyata pola asuh orang tua mempengaruhi kondisi anak, terlebih bagi mereka yang menerapkan pola asuh secara berlebihan ternyata mampu memberikan dampak negatif bagi anak. Salah satu pola asuh yang berlebihan yang sekarang kita kenal dengan Strict Parent.

Strict Parent merupakan pola asuh orang tua yang menerapkan otoriter bagi anak-anaknya, dimana anak merasa tertekan akan beberapa aturan yang diterapkan oleh orang tua tersebut.

Perilaku pola asuh Strict Parent biasanya berupa sikap dingin, tidak responsif, mengekang bahkan tidak mendukung apa yang dilakukan oleh anak-anak mereka.

Adapun ciri-ciri pola asuh Strict Parent sebagai berikut;

(1) Anak selalu diperintah untuk menaati peraturan dari orang tua.

(2) orang tua selalu memberikan pengontrolan secara ketat, dan berusaha untuk menghalangi anak-anaknya apabila dirasa tidak sesuai.

(3) orang tua tidak mengedepankan komunikasi kepada anak-anaknya.

(4) Anak hampir tidak pernah didukung sepenuhnya dalam berpendapat, berkreasi, bahkan mengedepankan bakat serta minatnya.

(5) Dan yang paling akhir, orang tua  tidak mengenal kompromi kepada anak jika anak tidak menaati peraturannya.

Setelah mengetahui ciri-ciri pola asuh Strict Parent ternyata terdapat banyak sekali pola asuh dan aturan yang diterapkan dengan sewenang-wenang. Salah satu contoh dari pola asuh Strict Parent yakni, ketika anak hendak mengikuti kegiatan yang disukai bersama dengan temenanya, namun oleh kedua orang tuanya tidak diperbolehkan dengan alasan karena kegiatan tersebut tidak sesuai.

Padahal seorang anak ingin mengikuti kegiatan tersebut guna untuk mengembangkan bakatnya dalam bidang tersebut.

Sehingga anak merasa bahwa dirinya tidak bebas, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mengedepankan pola asuh yang tidak berlebihan, karena hal tersebut akan mempengaruhi bagi kondisi psikologis anak.

Berikut dampak negatif Strict Parent

Menurut penelitian University of Georgia dalam jurnal Developmental Psychobiology. Pertama, perilaku pola asuh Strict Parents menyebabkan timbulnya penyakit mental pada anak bahkan sampai terjadinya stres.

Kedua, anak-anak menjadi agresif dan tidak mampu mengontrol kondisi emosional mereka. Ketiga, mereka menjadi pemalu dan tidak percaya diri terhadap kemampuan yang mereka miliki. Dan terakhir, mereka cenderung tidak mau mengungkapkan gagasan yang mereka miliki karena merasa bahwa dirinya tidak bebas dalam mengutarakan suatu pendapat.

Mengutip dari website katadata.com yang menjelaskan adanya pola asuh yang berlebihan dikarenakan beberapa faktor, salah satunya mereka berasumsi bahwa dengan pola asuh yang ketat mampu menjadikan anak menjadi terkendali.

Padahal sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh orang tua yakni mendukung anak dalam melakukan segala sesuatu, namun tetap mengontrol dan mengawasi tindakan yang dilakukan anak.

Tidak hanya orang tua, seorang anak juga harus mengetahui karakteristik dari pola asuh yang dilakukan orang tuanya karena bagaimanapun orang tua selalu memberikan yang terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan anaknya.

Oleh karena itu salah satu cara yang dilakukan agar tidak terjadi pola asuh yang berlebihan yakni keduanya harus bekerjasama untuk mengedepankan kehidupan yang baik, orang tua harus menjadi benteng bagi anak-anak mereka.

Sedangkan seorang anak harus selalu mendengarkan perkataan dan tindakan yang diperintahkan oleh kedua orang tuanya. Sehingga akan tercipta suatu hubungan harmonis antara anak dan kedua orang tuanya.

Penulis : Intan Nur Fauziah Saputri

Redaksi

Media Online Jawa Timur yang dikemas dengan bahasa santun, inspiratif dan faktual.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x