Antisipasi Kemarau Panjang, Gubernur Khofifah Bangun Sumur Bor Hingga Aeroseeding

jatimtodaycom
11 Sep 2025 11:48
2 menit membaca

Sidoarjo, Jatim Today – Musim kemarau panjang mulai terasa dampaknya di sejumlah daerah Jawa Timur. Kekeringan yang terjadi membuat kebutuhan pasokan air bersih meningkat tajam. Untuk mengantisipasi hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan berbagai langkah sudah dijalankan.

“Sumur bor, pipanisasi, hingga pengiriman air tangki terus berjalan. Saya sendiri turun langsung ke Pacitan, bawa tangki air dan bikin tempat penampungan,” ujar Khofifah usai meninjau pasar murah di Gedangan, Sidoarjo, Kamis, 11 September 2025.

Menurut Khofifah, kebutuhan air di beberapa daerah kini melonjak dibanding sebelumnya. Karena itu, Pemprov Jatim bersama Dinas Sumber Daya Air terus mencari sumber air baru. Pencarian ini dipimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas SDA yang juga Kepala Dinas Cipta Karya, Nyoman.

“Pak Nyoman ini memang passion-nya mencari sumber air. Hasilnya, di kawasan Arjuno sudah ditemukan 15 sumber air baru. Salah satunya akan dimanfaatkan untuk menyuplai ke Singosari, menjangkau 5 dusun lewat pipanisasi sepanjang 15–17 kilometer,” jelasnya.

Tak hanya soal air bersih, Khofifah juga mendorong metode aeroseeding atau penaburan benih tanaman melalui udara dengan pesawat ringan. Cara ini digunakan untuk merehabilitasi lahan gundul maupun area terdampak bencana yang sulit dijangkau. Aeroseeding ini dilakukan bersama TNI AU dan Perhutani di kawasan Arjuno.

“Saya sendiri sudah beberapa kali ikut aeroseeding. Kita pakai pesawat TNI AU, dengan peta dari Perhutani, di titik mana dan benih apa yang akan ditaburkan,” katanya.

Selain itu, Khofifah juga menyinggung soal penanaman mangrove di pesisir Jawa Timur. Ia menyebut, saat ini luas mangrove di Jatim sudah mencapai 51 persen dari total kawasan mangrove nasional.

“Ayo bersama menanam mangrove di mana-mana. Partisipasi masyarakat Jatim luar biasa. Karena itu kita bisa punya 51 persen luasan mangrove nasional,” tegas Khofifah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *