Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi, Pendaftaran Cukup 5 Menit

jatimtodaycom
19 Sep 2025 13:22
2 menit membaca

Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi resmi ditunjuk sebagai pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional. Uji coba pendaftaran dimulai Kamis (18/9/2025) di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah dan Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turun langsung meninjau jalannya pendaftaran di Desa Kemiren. Ia menyebut proses pendaftaran berjalan cepat, sederhana, dan bisa selesai kurang dari lima menit lewat smartphone.

“Alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Prosesnya singkat dan masyarakat sangat antusias. Ini bagian dari perubahan perilaku, baik masyarakat maupun birokrasi, menuju layanan digital yang lebih tepat sasaran,” ujar Ipuk, Jumat (19/9/2025).

Ipuk menegaskan, warga yang tidak memiliki ponsel tetap bisa mendaftar melalui operator desa atau dibantu Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Pemkab juga akan gencar melakukan edukasi agar masyarakat memahami bahwa penerima bansos ditentukan lewat verifikasi pemerintah pusat dengan data yang valid.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos, Joko Widiarto, berharap masyarakat yang membutuhkan segera mendaftarkan diri, baik penerima lama maupun yang belum pernah tersentuh bantuan.

Hal senada disampaikan Agen Perlinsos sekaligus Pendamping PKH Desa Kemiren, Ratna Purnama Dewi. Ia menyebut proses digitalisasi memudahkan pendamping untuk mendaftarkan sebanyak mungkin warga. “Kami mulai dari penerima lama, lalu ke warga lain yang layak. Target dalam sepekan bisa rampung,” katanya.

Kepala Desa Kemiren, M Arifin, menambahkan, antusiasme warga terlihat sejak pendaftaran dibuka di balai desa. “Mulai jam 10, dan jam 12 sudah banyak yang terdaftar. Dari 1.147 KK, sekitar 400 sudah menjadi penerima bansos. Dengan digitalisasi, peluang warga yang benar-benar membutuhkan tapi belum pernah mendapat bantuan semakin besar,” ujarnya.

Uji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi juga dihadiri jajaran pejabat pusat, di antaranya Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono, dan pejabat lintas kementerian yang mendukung integrasi data bansos secara digital.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *