PMI Jatim Sukses Gelar Jumbara PMR ke-10 di Gresik 2025

jatimtodaycom
22 Sep 2025 08:37
2 menit membaca

Gresik – Kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) ke-10 Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur 2025 resmi ditutup Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, Minggu (21/9/2025). Acara akbar ini dihadiri pengurus PMI kabupaten/kota, pembina PMR, relawan, fasilitator, hingga ribuan peserta dari berbagai daerah.

Selama sepekan, Jumbara menghadirkan beragam kegiatan seperti youth station, kewirausahaan, pameran, jurnalistik remaja, bakti sosial, bakti lingkungan, hingga simulasi pertolongan pertama. Ada pula parade budaya, olahraga persahabatan, Jumbara Rising Star, serta anjangsana yang menumbuhkan persaudaraan antar peserta.

“Alhamdulillah Jumbara Jatim kali ini berjalan sukses dan tertib. Jumlah pesertanya bahkan lebih besar dari tingkat nasional. Ini menjadi bukti PMR Jatim semakin solid,” ujar Imam Utomo usai penutupan.

Menurut Imam, disiplin para peserta selama kegiatan menjadi cermin bahwa PMR tidak hanya berbakti pada kemanusiaan, tetapi juga mampu menunjukkan ketertiban yang bisa menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

Gubernur Jatim Dorong PMR Hadir di Setiap Sekolah

Dalam kesempatan itu, Imam juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar setiap sekolah membentuk gugus PMR. Kehadiran PMR di sekolah dinilai penting untuk membentuk jiwa kemanusiaan sejak dini.

“Gunakan momen Jumbara untuk menjalin persahabatan sebanyak mungkin. Interaksi dengan teman sebaya inilah yang membuat kegiatan semakin bermakna,” tambahnya.

Momentum Kebersamaan dan Evaluasi Relawan PMI

Sekretaris PMI Jatim, Edi Purwinanto, menegaskan Jumbara bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah pembinaan relawan muda PMI.

“Alhamdulillah kegiatan Jumbara 2025 berjalan lancar. Momentum ini bukan hanya menutup rangkaian acara, tetapi juga menjadi ajang penuh semangat, kebersamaan, dan rasa syukur,” ujarnya.

Menurut Edi, antusiasme peserta membuktikan bahwa generasi muda siap menjadi pelopor gerakan kemanusiaan. “Persaudaraan lintas sekolah dan wilayah yang terjalin di Jumbara adalah bukti bahwa PMR bukan hanya soal keterampilan, tetapi tentang hati yang peduli dan tangan yang siap membantu,” imbuhnya.

Panitia berharap semangat Jumbara terus berlanjut setelah kegiatan usai. Nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan diharapkan menjadi bekal peserta dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi langkah awal menuju program pembinaan relawan yang lebih terstruktur.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *