Jumlah Korban Meninggal Tragedi Ponpes Al Khoziny Hingga Sabtu Pagi 14 Orang

jatimtodaycom
4 Okt 2025 08:29
2 menit membaca

Surabaya – Korban meninggal tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, bertambah menjadi 14 orang. Penambahan ini setelah Tim SAR kembali menemukan seorang jenazah tertimbun reruntuhan

Jenazah ditemukan Tim SAR di sektor A4 pada pada Jumat, 3 Oktober 2025, pukul 23.00 WIB.

“[Jenazah] dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya,” tulis petugas Basarnas dalam grup Whatsapp dilihat Viva Jatim, Sabtu, 4 Oktober 2025.

Sebelumnya data terakhir dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat, sebanyak 13 orang.

Dari belasan korban meninggal tersebut, delapan diantaranya sedang menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim.

“Kalau yang lima orang [korban meninggal] kan lebih dulu ditemukan dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Nah di sini [RS Bhayangkara] sudah ada delapan jenazah,” kata Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol M Khusnan, Jumat, 3 Oktober 2025 kemarin.

Sementara di kesempatan yang sama, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol dr Wahyu Hidajati menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih berupaya mengumpulkan data pembanding dari keluarga untuk menguak identitas korban meninggal.

Namun upaya ini dikatakannya, sedikit menemui hambatan lantaran usia korban antara 12 sampai 15 tahun. Selain sidik jari rusak juga tidak memiliki tanda pembeda pada pertumbuhan gigi mereka.

Pun dengan pakaian yang dikenakan juga hampir serupa. Termasuk ciri-ciri khusus yang biasanya dijadikan acuan, seperti tanda lahir, tato, atau kelainan fisik, juga sulit ditemukan. Sebab, banyak keluarga korban yang tidak hafal detail fisik anak mereka.

Sehingga langkah terakhir yang dilakukan Tim DVI adalah mengambil sampel DNA baik dari keluarga maupun dari jenazah untuk dicocokkan.

“Kalau sudah DNA itu terbukti match berarti itu memang sudah tidak terbantahkan lagi. Jadi kita menuju ke sana sambil berkejaran dengan waktu karena jenazah kan semakin lama semakin membusuk,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *