
Lamongan – Sore itu, Kamis (6/11/2025), angin berhembus pelan di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Udara terasa tenang, meski cuaca sedikit mendung. Di Masjid Al Muttaqin, barisan jemaah mulai berdiri rapi, menghadap kiblat, bersiap menunaikan salat Ashar. Tak seorang pun menyangka, di balik khusyuknya ibadah, seorang maling tengah bersiap melancarkan aksinya.
Sekitar pukul 14.45 WIB, seorang pria datang dengan sepeda angin tua. Roda sepedanya berderit pelan lalu berhenti di halaman masjid. Gerak-geriknya tampak biasa saja, seolah hendak beribadah salat seperti yang lain. Mengenakan jaket hodie gelap dan bercelana pendek, pelaku tanpa canggung memarkir sepeda anginnya di samping deretan motor jemaah.
Tidak ada rasa curiga, sesekali menatap sekeliling melepas pandangan. Pelaku kemudian melangkahkan kaki mengarah pada Honda Supra X 125 milik Asikin (70), jemaah sepuh yang sudah berada di dalam masjid.
Ketika takbir salat terdengar, lelaki itu tampak tenang merogoh saku, mengutak-atik kunci motor, lalu membawanya pergi. Sekali lagi, tanpa suara apalagi panik.
Dari dalam masjid, tak seorang pun tahu bahwa di luar sana, suara mesin motor milik Asikin sudah meraung perlahan semakin menjauh.
“Pas baru rakaat pertama, motornya Pak Asikin sudah hilang,” tutur Ismawan, warga Surabayan menceritakan kronologi kejadian.
Setelah salat usai, jemaah berhamburan keluar. Suasana mendadak riuh. Di antara kerumunan, ditemukan sepeda angin yang ditinggalkan sang pelaku yang akan menjadi petunjuk dari kejahatan sore itu.
“Ada jemaah lain, Pak Malik, yang sempat mengejar, tapi pelakunya keburu ngebut. Hanya terlihat bayangan motornya yang menjauh,” lanjut Ismawan.
Di boncengan sepeda, warga menemukan beberapa barang seperti SIM C, kartu Jamkesmas dan BPJS Kesehatan atas nama Rokhman Alfianto (27), warga Desa Trepan, Kecamatan Babat, Lamongan.
Ada pula kunci pas, kacamata dan gunting kuku. Barang-barang yang entah mengapa terasa janggal di tempat itu. Bisa menjadi saksi bisu peristiwa kriminal yang baru saja terjadi.
Kini, kasus tersebut telah ditangani Unit Reskrim Polsek Sukodadi. Rekaman kamera pengintai dari masjid memperlihatkan jelas wajah dan gerak-gerik sang pelaku.
“Sudah di tangani Resmob Jaka Tingkir dan Polsek Sukodadi. Masih diteliti CCTV dan SIM C, apakah sama orangnya,” katanya.
Hingga petang, warga Surabayan masih ramai membicarakan kejadian sore tadi. Di antara bisik-bisik mereka, hanya satu hal yang menjadi pesan bersama, bahwa bahkan di tempat paling suci sekalipun, kejahatan bisa datang dengan cara yang tak terduga.
Tidak ada komentar