Demi Sambung Hidup, Remaja 16 Tahun Jadi PSK di Eks Lokalisasi Dolly Surabaya

jatimtodaycom
24 Nov 2025 19:14
2 menit membaca

Surabaya – pengungkapan praktik prostitusi terselubung di kawasan eks Lokalisasi Dolly, Surabaya, pada 15 November 2025 lalu, membuka fakta memilukan. Dari beberapa perempuan yang diamankan, satu di antaranya masih berusia 16 tahun. Remaja berinisial DV itu terjaring razia saat berada di kamar kosnya di kawasan Putat Jaya Timur, Kecamatan Sawahan.

DV mengaku terpaksa menjajakan diri lantaran himpitan ekonomi. Ia hanya tinggal bersama kakaknya, sementara kedua orangtuanya tidak lagi memberikan pendampingan layak. Ibunya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan, sedangkan ayahnya menetap di Bojonegoro. Meski sesekali menerima kiriman uang, jumlahnya jauh dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Anak ini memang tidak diasuh oleh kedua orangtuanya. Jadi bapaknya di luar kota, ibunya TKW seperti itu,” ujar Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, Senin (20/11/2025).

Ida menambahkan, DV hanya menerima bantuan finansial dalam jumlah sangat kecil. “Kalau saya enggak salah ingat setiap bulan itu hanya dikasih Rp100 ribu atau berapa. Kan ya enggak mungkin bisa mencukupi,” jelasnya.

Terdesak kebutuhan dan tanpa figur yang bisa membimbing, DV akhirnya terjerat bujuk rayu seorang muncikari. Ia dijadikan pemuas nafsu lelaki hidung belang di sekitar tempat tinggalnya. Ironisnya, janji mendapatkan uang banyak tidak pernah terbukti, karena sebagian besar hasil yang diperoleh justru dirampas sang induk semang.

Saat ditangkap polisi, DV disebut mengalami syok berat. Karena itu, Pemkot Surabaya segera memindahkannya ke salah satu shelter dan memberikan pendampingan psikologis intensif.

“Anaknya masih di shelter kami, kita pendampingan psikologis dan mengedukasi bahwa yang dilakukan itu efeknya sangat berbahaya,” tutur Ida.

Pemeriksaan kesehatan pun sudah dilakukan. “Kemarin juga kita teskan HIV, Alhamdulillah hasilnya negatif. Terus tetap kita dampingi psikologinya begitu ya, untuk mengembalikan kepercayaan dirinya, kemarin sempat syok juga,” tambahnya.

Tak hanya mendampingi secara mental dan kesehatan, Pemkot juga menyiapkan upaya untuk memulihkan masa depan DV. Remaja itu diketahui tidak memiliki ijazah dan putus sekolah sejak tingkat dasar. Pemkot berencana mendaftarkannya ke program pendidikan kesetaraan.


“Kita coba untuk sekolahkan lagi juga karena putus sekolah, eman-eman. (Sekolah) ini maksudnya kejar paket, karena usianya sudah lewat banget, terus SD juga gak lulus,” terangnya.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya menggerebek praktik prostitusi terselubung di Jalan Putat Timur III B, eks Dolly. Empat perempuan yang diduga berperan sebagai muncikari sekaligus pekerja seks diamankan. Beberapa di antaranya bahkan digerebek saat sedang melayani tamu. Mereka kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *