Viral Bangunan Sekolah Madrasah di Memprihatinkan, Kemenag : Itu Swadaya Masyarakat

jatimtodaycom
27 Nov 2025 10:47
2 menit membaca

Bojonegoro – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang memperlihatkan siswa belajar di bangunan tidak layak di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo. Video itu memperlihatkan ruang belajar berdinding papan kayu dan berlantai tanah, sehingga memicu perhatian publik.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bojonegoro, Sholihul Hadi, menegaskan bahwa bangunan dalam video tersebut bukan gedung utama madrasah, melainkan ruang kelas swadaya yang dibangun oleh masyarakat di atas tanah wakaf.

Menurut Hadi, bangunan itu digunakan sebagai kelas layanan untuk siswa di wilayah pegunungan yang jaraknya sekitar dua kilometer dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Silahul Muslimin. “Bangunan itu dibuat swadaya oleh warga sebagai upaya memudahkan akses belajar anak-anak di wilayah yang memiliki medan sulit,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan, gedung utama MI Silahul Muslimin memiliki dua ruang kelas berdinding bata yang layak dan digunakan untuk empat rombongan belajar. Sedangkan kelas swadaya yang viral tersebut sengaja didirikan agar siswa dari daerah terpencil tetap bisa mengikuti kegiatan belajar tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Kemenag juga memaparkan data jumlah siswa yang terdaftar di MI Silahul Muslimin, baik di lokasi induk maupun di titik layanan Koripan, sebagai bagian dari klarifikasi kondisi madrasah tersebut.

Hadi menambahkan, keberadaan kelas berbahan kayu itu merupakan bentuk jemput bola para guru dalam memberikan akses pendidikan. Guru-guru dari MI Silahul Muslimin rutin mendatangi lokasi tersebut untuk mengajar.

Kemenag memastikan telah melakukan pengecekan langsung dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Terkait video viral itu, bangunan yang terlihat hanyalah kelas swadaya. Fasilitas tersebut dibuat agar siswa tetap bisa belajar, terutama saat musim hujan ketika akses jalan sulit dilalui,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *