Warga Sidoarjo Meninggal Penuh Luka di Halaman Kelab Malam Surabaya

jatimtodaycom
27 Nov 2025 18:52
2 menit membaca

Suasana dini hari di kawasan Simpang Dukuh, Genteng, Surabaya, mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis (27/11/2025), seorang pria ditemukan tergeletak tak bernyawa di area pintu masuk halaman sebuah kelab malam. Tubuhnya penuh luka bersimbah darah, tanpa satu pun identitas melekat hingga meninggalkan misteri mengenai siapa sosok itu dan apa yang sedang terjadi.

Personel TGC Pusat, BPBD Surabaya, Polsek Genteng, dan Inafis Polrestabes Surabaya segera dikerahkan menuju lokasi usai penemuan ini dilaporkan.

Begitu tiba di TKP, pemandangan yang mereka dapati langsung mengisyaratkan dugaan kuat tindak kekerasan. Luka robek di kepala kiri, bahu, hingga tangan kiri memperlihatkan jejak serangan yang brutal. Tidak ditemukan dompet, ponsel, atau barang pribadi lainnya, seolah-olah seseorang ingin menghapus jejak korban.

Pemeriksaan medis awal oleh TGC Pusat memastikan korban telah meninggal di tempat. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju kamar jenazah RSUD Dr Soetomo sebelum menjalani autopsi lanjutan di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan bahwa indikasi penganiayaan sangat kuat. “Penganiayaan. Masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat. Polisi kini menelusuri apakah aksi kekerasan itu terjadi di dalam area kelab malam atau justru di luar gedung. Rekaman CCTV dan keterangan saksi mulai dikumpulkan untuk memetakan kronologi secara pasti.

Di tengah penyelidikan, muncul satu sosok yang turut diperiksa. WS (30), teman perempuan korban asal Wonocolo, Surabaya, yang berada di lokasi saat kejadian. Perannya dan apa yang ia lihat pada malam itu kini menjadi bagian penting dari rangkaian penyidikan.

“Nanti kami sampaikan perkembangannya,” kata Vian.

Setelah beberapa jam kasus masih kelam, tabir identitas korban akhirnya terkuak. Polisi mengonfirmasikan bahwa pria bertato itu adalah MRY, 24 tahun, warga Kabupaten Sidoarjo. Meski identitas telah ditemukan, teka-teki penyebab dan lokasi pasti penganiayaan masih belum terjawab.

Hingga kini, penyidik Polsek Genteng telah memeriksa tiga saksi. Namun Vian enggan merinci siapa saja mereka. “Sudah tiga orang dan kami masih memeriksa saksi-saksi lain. Mohon waktu,” ujarnya.

Kasus kematian MRY kini menjadi perhatian serius penegak hukum. Misteri apa yang terjadi di balik pintu kelab malam itu perlahan mulai dibuka, tetapi siapa pelaku dan motifnya masih menjadi pertanyaan besar yang menunggu jawaban.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *