
Jatim Today – Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo dilaporkan hilang kontak setelah kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, wilayah utara Hong Kong. Keduanya adalah Mardiana dan Yasmiati, PMI yang diketahui tinggal dan bekerja di kawasan yang sama dengan lokasi insiden.
Informasi mengenai hilangnya kontak tersebut pertama kali mencuat melalui akun Instagram @ponorogoofficial.id. Dalam unggahannya, admin membagikan pesan dari grup PMI Hong Kong yang menyebut Mardiana dan Yasmiati belum dapat dihubungi pascakebakaran.
“Semoga segera bisa dihubungi dan dalam keadaan sehat. Aamiin,” tulis admin dalam unggahan itu.
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Ponorogo, Muhrodhi, mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media sosial. Ia menyebut hingga kini belum mengantongi alamat lengkap kedua PMI sehingga belum bisa melakukan konfirmasi kepada keluarga.
“Jadi kita belum bisa konfirmasi ke pihak keluarga. Informasinya masih dari medsos dan belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).
Muhrodhi juga menyebut nama Mardiana dan Yasmiati tidak tercatat dalam aplikasi Siapkerja milik Disnaker. Sistem ini mulai berlaku tahun 2019 sehingga keduanya kemungkinan berangkat sebelum tahun tersebut.
“Di sistem kita tidak terdata. Bisa jadi mereka berangkat sebelum 2019, makanya tidak muncul di data,” tambahnya.
Kebakaran besar di kompleks hunian bertingkat tersebut berlangsung lebih dari 24 jam sebelum akhirnya dapat dikendalikan pada Jumat (28/11/2025) dini hari. Api dilaporkan menghanguskan dua blok apartemen dari delapan menara yang ada di kawasan itu.
Disnaker Ponorogo menyampaikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong. Namun hingga kini KJRI belum merilis laporan resmi mengenai identitas WNI yang terdampak.
Ia menjelaskan, Disnaker hanya memegang data CPMI yang mendaftar melalui dinas. Sepanjang 2024, tercatat 1.767 CPMI memilih Hong Kong sebagai negara tujuan dari total 4.147 CPMI Ponorogo. Sementara hingga 31 Oktober 2025, sebanyak 1.391 CPMI tercatat berangkat ke Hong Kong dari total 3.409 CPMI ke berbagai negara.
“Kami menerima pernyataan duka cita dari KJRI, tetapi belum ada data resmi terkait korban,” imbuh Muhrodhi.
Tidak ada komentar