
Nama Indonesia kembali menggema di ranah medis internasional melalui kehadiran dr Irmadita Citrashanty, Sp.DVE. Pakar dermatologi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tersebut tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam 10th Annual Scientific Meeting Cambodian Dermatological Society yang digelar di Kamboja.
Kesempatan tampil di forum ilmiah bertema Advancing Dermatology: Innovation, Collaboration and Patient Care itu tidak hanya sekadar prestasi personal. Kehadiran Irmadita menjadi bukti bahwa perkembangan ilmu dermatologi di Indonesia turut diperhitungkan dalam percakapan global yang kian kompetitif.
Simposium tersebut mempertemukan para pakar kulit dari berbagai kawasan, mulai dari Taiwan, Uni Emirat Arab, Singapura, Malaysia, Thailand hingga Kamboja. Di antara deretan nama internasional itu, Irmadita membawa suara Indonesia, menunjukkan bahwa riset, inovasi, serta praktik klinis di Tanah Air mampu berdiri sejajar dengan negara maju.
“Saya sangat bersyukur bisa berbagi panggung dengan para ahli dari berbagai belahan dunia. Ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan praktik terbaik yang kami kembangkan di Indonesia sekaligus belajar dari pengalaman para rekan,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Partisipasi Irmadita di forum ini merupakan perpanjangan dari perjalanan panjangnya sebagai akademisi sekaligus klinisi. Terlibat dalam berbagai riset serta pengembangan teknologi perawatan kulit, ia membawa pendekatan yang memadukan kepakaran ilmiah, pengalaman praktik, dan prinsip berbasis bukti.
Di hadapan peserta internasional, ia mengulas beragam isu dermatologi modern: mulai dari bagaimana menangani penyakit kulit kronis secara lebih efektif, tren terapi yang semakin personal, hingga perkembangan teknologi dan peralatan medis terkini.
Baginya, kolaborasi lintas negara menjadi fondasi penting agar dunia dermatologi bergerak menuju pendekatan yang lebih inovatif, tepat sasaran, dan berorientasi pada pasien.
Diselenggarakan di pusat ibu kota Kamboja, simposium tahunan ini memang dirancang sebagai ajang pertukaran ide dan temuan terbaru. Setiap pembicara membawa sudut pandang sendiri memperkaya diskusi seputar riset terkini, metode klinis baru, hingga terobosan teknologi yang tengah menandai era baru dermatologi.
Dalam ruang diskusi yang dinamis itu, para peserta diharapkan pulang dengan bekal inspirasi sekaligus wawasan yang dapat diterapkan di negara masing-masing.
Kehadiran seorang dokter Indonesia sebagai pembicara utama menegaskan bahwa kontribusi tenaga medis Tanah Air semakin diakui. Irmadita menjadi representasi bahwa dokter Indonesia bukan hanya bekerja di ruang praktik, tetapi juga aktif dalam jejaring global membawa pengetahuan sekaligus mengangkat nama bangsa di forum internasional.
Partisipasinya diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dokter-dokter muda Indonesia untuk terus mengembangkan diri, memperluas kolaborasi, dan mengambil peran lebih strategis dalam perkembangan dermatologi dunia. Dari panggung di Kamboja inilah, salah satu suara Indonesia ikut memberi warna pada arah perkembangan ilmu kulit global.
Tidak ada komentar