
Surabaya – Universitas Ciputra Surabaya (UC) menjadi tuan rumah penyelenggaraan TrainIQA Workshop 3 dan ASEAN-QA Forum 2025, salah satu forum penjaminan mutu pendidikan tinggi paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara dan Eropa.
Kegiatan bergengsi ini mendapat dukungan penuh dari DAAD Jerman, lembaga pendanaan pendidikan internasional terbesar di dunia, serta melibatkan HRK (German Rectors’ Conference), University of Potsdam, AQAN, EUA, dan SEAMEO RIHED.
Program yang digelar selama lima hari ini menghadirkan para trainer penjaminan mutu dari Jerman serta perwakilan negara ASEAN yang terpilih.
Menurut Frank Niedermeier, TrainIQA Project Leader dari University of Potsdam, kegiatan ini diikuti 80 peserta dari sembilan negara, yakni Indonesia, Jerman, Laos, Thailand, Filipina, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, dan Vietnam.
Kehadiran berbagai lembaga internasional tersebut menjadikan Surabaya pusat diskusi strategis terkait praktik penjaminan mutu pendidikan tinggi lintas kawasan.
Tahun ini, ASEAN-QA Forum mengusung tema “Opportunities and Challenges in Higher Education Quality Assurance in the Era of AI”, yang menyoroti tantangan global seiring masifnya penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran, akreditasi, hingga menjaga integritas akademik.
UNESCO melalui laporan terbarunya “AI and the Future of Education: Disruptions, Dilemmas and Directions” menegaskan bahwa AI kini “mengubah cara kita belajar, mengajar, dan memahami dunia.” Sementara OECD dalam publikasi 2023 bertajuk “Opportunities, Guidelines and Guardrails for Effective and Equitable Use of AI in Education” menyebut pesatnya perkembangan AI menuntut sistem pendidikan “dipikirkan kembali,” termasuk keterampilan manusia yang perlu dijaga maupun yang dapat dibantu teknologi.
Acara ini dibuka oleh Rektor UC Prof Wirawan ED dengan menghadirkan pakar AI, Dr Trianggoro Wiradinata, Director of Apple Developer Academy sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Employability, dan Kolaborasi Industri, sebagai keynote speaker.
Forum juga menghadirkan pembicara internasional seperti Frank Niedermeier (University of Potsdam), Prof Dr Duu Sheng Ong (Multimedia University, Malaysia), serta Prof Dr Philipp Pohlenz (University of Magdeburg, Jerman).
Lebih dari sekadar agenda akademik, penyelenggaraan TrainIQA dan ASEAN-QA Forum disebut sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam standar mutu pendidikan tinggi global. TrainIQA sendiri merupakan program unggulan DAAD yang sejak 2011 telah melatih lebih dari 200 pimpinan QA dari 70 universitas ASEAN, banyak di antaranya kini menjabat di posisi strategis di negara masing-masing.
Lenny Rosita, ST MMT Head of Institutional Development & Quality Enhancement UC sekaligus trainer TrainIQA pertama dari Indonesia dan Secretary of Executive Committee ASEAN-QA Association, menyatakan bahwa kepercayaan DAAD kepada UC memiliki arti strategis.
“Menjadi host forum internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas menjembatani dialog global tentang mutu pendidikan tinggi. TrainIQA dan ASEAN-QA Forum bukan sekadar pertemuan, tetapi ruang untuk berbagi praktik terbaik sekaligus membuka peluang kolaborasi konkret antara ASEAN dan Eropa,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Lenny menambahkan, isu AI menjadi sorotan lantaran dampaknya tak terhindarkan bagi perguruan tinggi.
“AI membawa peluang besar dalam efisiensi pembelajaran dan analisis mutu, namun juga menantang kita soal integritas akademik, keamanan data, dan kualitas asesmen. Di forum ini, kami merumuskan kerangka etis dan bertanggung jawab yang tetap berpusat pada capaian pembelajaran mahasiswa,” imbuhnya.
Selain menjadi tuan rumah, UC juga mengambil peran aktif dalam pembahasan substansi terkait masa depan penjaminan mutu, terutama integrasi teknologi dan AI dalam proses akademik.
“Kami ingin memastikan suara Indonesia hadir dalam pembentukan standar QA global. Keterlibatan UC di forum ini merupakan komitmen jangka panjang kami untuk membangun budaya mutu bertaraf internasional sekaligus mendorong kolaborasi nyata antarperguruan tinggi di ASEAN dan Eropa,” tutup Lenny.
Tidak ada komentar