SUN Energy Dorong Implementasi Standar Industri Hijau di Jawa Timur

jatimtodaycom
11 Des 2025 13:56
2 menit membaca

Surabaya – SUN Energy menegaskan posisinya sebagai mitra strategis bagi industri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat penerapan Standar Industri Hijau (SIH). Dengan struktur ekonomi Jatim yang didominasi sektor Industri Pengolahan, kebutuhan transisi menuju energi rendah karbon menjadi semakin mendesak.

Hingga 2025, SUN Energy telah mengimplementasikan lebih dari 40 proyek PLTS industri di Jawa Timur dengan kapasitas terpasang lebih dari 40 MW. Setiap tahun, pemanfaatan PLTS tersebut menghasilkan lebih dari 36 juta kWh energi bersih dan menurunkan lebih dari 28.000 ton emisi CO₂, setara penanaman lebih dari 467 ribu pohon.

Lima sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan adopsi energi surya tertinggi mencakup industri kertas, FMCG, komponen otomotif, plastik dan kemasan, serta pengolahan kayu. Peningkatan ini tidak lepas dari kebutuhan industri untuk menjaga daya saing di tengah tuntutan keberlanjutan global.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak 2023 membentuk Forum Industri Hijau Jatim sebagai wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Forum ini mempercepat implementasi SIH dan menguatkan kesiapan industri menghadapi regulasi global seperti CBAM Uni Eropa, tuntutan sustainability compliance, hingga persiapan menuju Emission Trading System nasional.

Kepala Bidang Pemberdayaan Industri Disperindag Jatim, Drs. Arif Khamzah M.Si., menegaskan bahwa sertifikasi industri hijau akan menjadi parameter daya saing ekspor. Ia menilai percepatan implementasi SIH merupakan fondasi transformasi industri Jatim yang berkelanjutan.

Menanggapi arah kebijakan tersebut, SUN Energy memposisikan diri sebagai katalis transformasi industri melalui layanan Sustainability-as-a-Service. Layanan ini menjamin efisiensi biaya, penurunan emisi, serta kepatuhan SIH melalui ekosistem energi surya, sistem baterai, pengelolaan air, dan elektrifikasi kendaraan operasional.

Oky Gunawan, Chief Sales Officer SUN Energy, menyebut bahwa transformasi menuju operasional rendah emisi merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda. SUN Energy kini tidak hanya sebagai penyedia solusi PLTS, tetapi menghadirkan ekosistem keberlanjutan terintegrasi bagi sektor industri.

Bagi industri Jawa Timur, pendekatan terintegrasi ini memberi dampak nyata. PT Avia Avian Tbk menegaskan bahwa implementasi PLTS bersama SUN Energy memperkuat efisiensi operasional dan memenuhi tuntutan standar lingkungan global. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat daya saing.

Di sektor machinery, PT Pakarti Riken Indonesia mengoperasikan PLTS 2,6 MW untuk mendukung proses produksi intensif energi. Pemanfaatan energi surya membantu perusahaan menekan biaya operasional jangka panjang, mengurangi emisi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi regulasi industri otomotif global.

SUN Energy menilai bahwa teknologi energi surya dan solusi terintegrasi mampu meningkatkan efisiensi, menurunkan emisi secara terukur, serta memperkuat kepatuhan terhadap SIH. SUN Energy mengajak industri Jawa Timur mengambil langkah proaktif dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui solusi keberlanjutan yang rendah risiko dan mudah diimplementasikan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *