Pesan Ketum Muhaimin saat Buka Muswil PKB Jatim 2025 di Surabaya

jatimtodaycom
19 Des 2025 19:12
2 menit membaca

Surabaya – Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan pesan politik tegas kepada seluruh kader agar bekerja lebih keras untuk mengembalikan kejayaan partai pada setiap gelaran Pemilihan Umum (Pemilu).

Pesan tersebut disampaikan Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jawa Timur 2025 di Hotel JW Marriott, Surabaya, Jumat (19/12/2025).

Cak Imin menegaskan, capaian politik PKB ke depan tidak bisa diraih secara instan, melainkan membutuhkan kerja kolektif dan konsistensi seluruh kader di semua tingkatan.

“Kita minta semua kader bekerja keras, merebut kembali kejayaan PKB di setiap Pemilu. Itu tidak bisa dilakukan dengan cara biasa-biasa saja, harus dengan kerja keras,” tegasnya.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Pemilu 2024 PKB menempati peringkat keempat perolehan suara nasional dengan raihan 16.115.655 suara atau 10,62 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan 0,93 persen dibandingkan Pemilu 2019 yang mencatat 13.570.097 suara atau 9,69 persen.

Meski mengalami peningkatan, PKB masih berada di bawah PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Gerindra dalam perolehan suara nasional. Kondisi itu, menurut Cak Imin, harus menjadi pemicu semangat bagi kader untuk semakin mendekatkan diri kepada rakyat.

“Dekati rakyat, bantu rakyat, selesaikan masalah rakyat, dan buat kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI dalam Kabinet Merah Putih itu juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama lintas elemen. Ia menilai, partai politik tidak mungkin berjalan sendiri tanpa dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak.

“Kita tidak mungkin bisa jalan sendiri tanpa kolaborasi. Niat baik saja tidak cukup, harus diikuti dengan ajakan untuk bersama-sama mengatasi persoalan,” tandasnya.

Selain soal politik elektoral, Cak Imin turut mengingatkan kader PKB Jawa Timur agar memberi perhatian serius pada isu lingkungan hidup dan kemiskinan. Ia juga menyinggung sistem Pemilu yang dinilainya masih memiliki banyak kelemahan dan perlu dievaluasi ke depan.

“Pilkada langsung itu tidak produktif. Banyak sistem demokrasi yang belum efektif. Ini semua perlu kita evaluasi,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *