
Dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Siti Ruqqiyah (35) dan putranya, Muhammad Ibrahim (8), dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Rabu (1/4/2026) sore.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan kedua korban ditemukan di lokasi berbeda setelah upaya pencarian dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur SAR.
“Korban pertama, Siti Ruqqiyah, ditemukan sekitar pukul 16.15 WIB pada jarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 17.15 WIB, korban kedua, Muhammad Ibrahim, ditemukan pada jarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal,” ujar Nanang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat kedua korban diduga menceburkan diri ke Sungai Tunjung pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan barang-barang milik korban berupa tas dan sandal di sekitar lokasi kejadian.
Sejak menerima laporan, SMC segera mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep dan satu tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) air. SRU pertama yang terdiri dari tim penyelam BASARNAS melakukan pencarian di bawah permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
Koordinator Pos SAR Sumenep, Nurhadi Santoso, mengatakan kondisi air sungai yang keruh menjadi tantangan utama dalam proses penyelaman. Jarak pandang penyelam sangat terbatas sehingga pencarian di dalam air membutuhkan ketelitian.
Sementara itu, SRU air kedua dan ketiga melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan dua perahu karet milik BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bangkalan. Di sejumlah titik yang dicurigai, tim melakukan manuver untuk menciptakan riak air guna mengangkat benda di dasar sungai, termasuk kemungkinan keberadaan korban.
Selain penyisiran di sungai, tim SAR gabungan juga melakukan pengamatan di beberapa titik darat serta menyebarluaskan informasi kepada warga sekitar. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai dapat segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Nanang menegaskan tidak ada kendala berarti dalam proses evakuasi kedua jenazah. Setelah berhasil dievakuasi, keduanya langsung dibawa ke RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebu Bangkalan untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Keberhasilan operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Sumenep, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Bangkalan, Polsek Burneh, Koramil Burneh, Damkar, Satpol PP, PMI, aparat Kecamatan Burneh, Pemerintah Desa Tunjung, warga sekitar, serta unsur SAR lainnya.
“Kerja sama yang solid menjadi kunci dalam setiap operasi SAR. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu hingga operasi ini dapat diselesaikan,” kata Nanang.
Tidak ada komentar