Akhir Teror Hewan Pemangsa di Rungkut Surabaya

jatimtodaycom
4 Nov 2025 14:53
2 menit membaca

Surabaya – Sudah lebih dari sebulan, penghuni sebuah rumah di Jalan Baruk Utara IX, Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya, hidup dalam rasa was-was. Setiap malam, suara gesekan dari arah saluran air belakang rumah terdengar jelas, seperti sesuatu yang merayap pelan, menunggu saat yang tepat untuk menampakkan dirinya.

Pemilik rumah, Yona Saputra, awalnya mengira itu hanya tikus besar. Namun setiap hari bayangan panjang itu melintas, tatapan mata dinginnya sesekali memantul dari balik celah. Warga sekitar mulai menyebutnya penunggu got. Seorang tetangga bahkan mengaku beberapa kali mendengar percikan air dan desis pelan menjelang tengah malam.

Selasa siang (4/11/2025), ketakutan itu berubah menjadi kepanikan ketika sosok tersebut kembali muncul. Kali ini jelas terlihat, tubuh bersisik, ekor panjang, lidah menjulur seperti mencari mangsa. Biawak sepanjang sekitar 80 cm itu berkeliaran di belakang rumah, seakan merasa dirinya pemilik tempat itu.

Pukul 12.26 WIB, laporan dikirim. Satu menit kemudian, sirene petugas dari Pos Tempur Kalirungkut terdengar melaju menuju lokasi. Tetangga mulai keluar rumah, sebagian menutup pintu rapat-rapat, takut hewan melata itu masuk ke dalam.

“Tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran di area belakang rumah. Biawak ditemukan bersembunyi di dekat saluran air,” ujar Kabid Pemadaman DPKP Surabaya, Wasis Sutikno.

Proses evakuasi bukan tanpa kesulitan. Biawak mencoba melarikan diri, tubuhnya menghantam dinding saluran air, menimbulkan gema yang membuat bulu kuduk merinding. Namun dalam waktu kurang dari 30 menit, makhluk tersebut berhasil diamankan. Tepat pukul 12.52 WIB, ancaman itu sirna.

Kini, halaman belakang rumah itu kembali suny. Tetapi bagi pemilik rumah, suara gesekan di saluran air akan selalu menjadi pengingat bahwa terkadang, sesuatu yang merayap di kegelapan bisa saja benar-benar nyata.

“Setelah dievakuasi, hewan dibawa ke tempat aman. Kami imbau warga tidak memancing konflik dengan satwa liar semacam ini, dan segera lapor ke Command Center 112 jika menemukan,” tegas Wasis.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *