
Tuban – Suasana sebuah indekos di Kabupaten Tuban pagi itu berubah menjadi tegang usai tim gabungan dari BNNK, TNI, Polri dan Satpol PP mendatanginya. Di balik pintu kamar yang terkunci rapat, seorang selebgram berinisial NP tengah bersama pria, AG.
Ketukan keras di pintu diiringi suara tegas petugas membuat keduanya saling berpandangan. Pintu dibuka, dan seketika udara kamar terasa berat oleh kehadiran aparat berseragam. Dari penggerebekan itu, tak hanya NP dan AG yang diamankan, namun juga tiga orang lain yang berada di lokasi berbeda. Masing-masing FL, NV, dan SR.
Semua nama yang kemudian mencuat, menjadi bagian dari operasi besar yang hari itu menggema di seluruh negeri.
Kepala BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono, menuturkan, razia tersebut bukan sekadar rutinitas. Itu adalah perintah langsung dari pimpinan, menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto tentang penguatan program P4GN akronim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika.
“Razia ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Bagus dengan nada tegas.
Dari hasil pemeriksaan, empat orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. FL, NV, SR, dan AG. Dua laki-laki, dua perempuan, empat nasib yang kini menggantung di antara penyesalan dan konsekuensi hukum.
“Kalau hasilnya menunjukkan pemakaian ringan, akan kami arahkan untuk rawat jalan. Namun, bila sudah masuk kategori sedang atau berat, maka wajib menjalani rawat inap,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan ancaman baru yang kini merayap lebih halus: cairan vape yang disusupi zat terlarang.
“Peredaran narkoba sekarang tidak lagi konvensional. Mereka menyelundupkannya lewat cairan rokok elektrik,” ucapnya menutup keterangan.
Sore menjelang, kamar kost yang tadi pagi riuh oleh penggerebekan kini sunyi. Hanya tersisa bayangan samar tentang popularitas yang berubah jadi sorotan kelam, dan aroma wangi ruangan yang kini bercampur dengan getirnya pengakuan.
Tidak ada komentar