
Lamongan – Jalan Raya Babat–Lamongan kembali menelan korban. Malam itu, Jumat 14 November 2025, jarum jam baru saja menunjuk pukul 23.15 WIB ketika deru mesin yang memecah sunyi berubah menjadi jeritan maut.
REN (18), seorang mahasiswa, tumbang di tengah gelapnya malam setelah motor yang ia pacu menabrak truk misterius. Di depan SPBU AKR Desa Kebalandono, benturan itu terjadi begitu cepat.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid mengisahkan bahwa malam nahas tersebut melibatkan dua motor yang dikendarai REN dan RAV (16). Diduga keduanya tengah saling adu kecepatan, menembus angin ke arah timur.
Namun sesampainya di lokasi kejadian, laju keduanya terpangkas seketika saat menghantam truk tanpa identitas yang melintas di depannya.
Tubuh dan kendaraan terpental. REN tergeletak tanpa nyawa di aspal yang dingin, meninggalkan malam yang tak lagi sama. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Karangkembang Babat.
Sementara RAV, yang ikut terseret dalam insiden itu, mengalami luka di bagian dada dan langsung dilarikan ke RSU Muhammadiyah Babat untuk mendapatkan pertolongan.
“Kecelakaan ini melibatkan dua sepeda motor dengan sebuah truk yang tidak diketahui identitasnya. Satu korban meninggal dunia di TKP dan satu mengalami luka-luka,” ujar Hamzaid, Sabtu (15/11/2025).
Unit Gakkum Satlantas Polres Lamongan kini bergerak memburu kebenaran. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap siapa pengemudi truk misterius itu dan ke mana ia menghilang setelah meninggalkan tragedi di belakangnya.
Hamzaid menutup keterangannya dengan sebuah peringatan yang seakan menggema di jalan yang lengang itu: balap liar bukan hanya permainan nyali, tetapi taruhan nyawa.
Tidak ada komentar