Robokind SD Muhammadiyah 4 Surabaya Raih 3 Penghargaan RoboCup Asia Pacific 2025

jatimtodaycom
16 Nov 2025 11:24
2 menit membaca

Surabaya – Langkah kecil tiga siswa sekolah dasar dari Surabaya berubah menjadi lompatan besar bagi Indonesia di panggung robotika internasional. Robokind Club, tim robotika SD Muhammadiyah 4 Surabaya, pulang dari ajang RoboCup CoSpace Autonomous Driving Asia Pacific 2025 di Abu Dhabi dengan torehan yang nyaris sempurna, tiga penghargaan utama sekaligus.

Dalam kompetisi yang berlangsung 10–14 November 2025 itu, robot otonom rancangan Darrel Danendra Kusumo, Muhammad Kahfi Aflah, dan Arkha Nino Adyatama tampil mencuri perhatian sejak awal. Performa mereka konsisten, berani, dan penuh kejutan saat melewati uji navigasi otonom, analisis sensor, hingga pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan.

Namun bukan hanya teknologi yang berbicara. Ketiga siswa kelas lima ini juga menunjukkan kemampuan kolaborasi lintas negara yang membuat juri terkesan. Mereka aktif berdiskusi, bertukar ide, dan terlibat dalam komunitas kompetisi, menjadikan mereka sebagai salah satu tim paling menonjol di arena.

Konsistensi dan keunggulan itu akhirnya mengantarkan Robokind meraih The Best Super Team, The Best Learning Journal, serta The Best Influencer—prestasi yang tak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga Indonesia.

Perjalanan mereka menuju Abu Dhabi sendiri tak kalah dramatis. Semua berawal dari panggung National Robotics Competition Singapore 2025 pada Agustus lalu. Di tengah ratusan peserta dari Asia Tenggara, Robokind tampil sebagai juara dan menyabet satu-satunya tiket bagi Indonesia menuju tingkat Asia Pasifik. Sebuah proses yang jauh dari mudah, mengingat persaingan ketat dari sekolah-sekolah unggulan regional.

Di balik prestasi itu, ada pelatih Iwan Kurnianto Wibowo yang setia menemani proses latihan berbulan-bulan. “Anak-anak ini punya tekad luar biasa. Mereka tidak berhenti sebelum menemukan solusi terbaik,” ujar Iwan, Minggu (16/11/2025).

Di SD Muhammadiyah 4 Surabaya, robotika bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan ruang tumbuh bagi para siswa yang gemar merakit dan memprogram perangkat teknologi. Dari ruang kecil ekstrakurikuler itulah, bakat-bakat seperti Robokind muncul dan berkembang.

Kepala sekolah, Edy Susanto, menyebut kemenangan ini sebagai penanda bahwa siswa Indonesia memiliki potensi besar dalam teknologi masa depan. “Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan, bimbingan, dan ruang untuk berkembang,” tuturnya.

Menurut Edy, prestasi di Abu Dhabi bukan hanya kemenangan bagi sekolah maupun bagi Kota Surabaya, melainkan pesan penting bagi pendidikan nasional: bahwa robotika dan teknologi canggih bukanlah sesuatu yang terlalu sulit untuk dipelajari oleh anak-anak sekolah dasar.

“Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia bisa bersaing di panggung internasional dan membawa harapan besar bagi masa depan teknologi nasional,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *