Monyet Owa Jawa Piaraan Majikan Lepas Lalu Gigit ART di Surabaya

jatimtodaycom
20 Nov 2025 11:12
2 menit membaca

Surabaya – Kamis (20/11/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Mak Endang (nama samaran). Seorang asisten rumah tangga YAK, keluarga yang tinggal di kawasan Jemursari Regency, Kota Surabaya.

Pagi itu, Mak Endang sedang melakukan rutinitas seperti biasa, menyapu, mengepel dan merapikan rumah. Namun mendadak menegangkan, tangannya terluka usai digigit seekor monyet. Mak Endang pun harus menjalani perawatan medis.

Insiden bermula sekitar pukul 08.35 WIB, ketika petugas Command Center Surabaya menerima laporan dari seorang warga berinisial YAK. Yang melaporkan bahwa monyet piaraannya jenis Owa Jawa, lepas dari kandang.

Hewan eksotis berwarna abu itu pun sempat menggigit Mak Endang, yang tak menyadari pintu kandang dalam posisi terbuka saat membersihkan ruangan. Usai menggigit, monyet kemudian melompat lincah naik ke lantai dua, berlari ke atap rumah dengan perilaku agresif.

Mendapat laporan tersebut, satu unit petugas Rayon 3 Rungkut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Unit Rayon 3 Rungkut tiba di TKP langsung melakukan koordinasi dan evakuasi,” tulis Romi, petugas Command Center Surabaya.

Begitu tiba, petugas melakukan koordinasi cepat dengan penghuni rumah. Dengan ketangkasan penuh, mereka memulai proses evakuasi yang berlangsung genting dan menegangkan karena monyet terus bergerak liar mengacak-acak isi rumah.

Evakuasi monyet dilakukan menggunakan jaring khusus, sementara anggota Tim Gerak Cepat (TGC) Timur bersiaga membantu penanganan korban.

Setelah hampir satu jam lebih upaya pengejaran dan penangkapan, tepat pukul 09.54 WIB, primata tergolong langka itu akhirnya berhasil diamankan dan dimasukkan kembali ke kandang.

Meski situasi berhasil dikendalikan, insiden ini menyisakan ketegangan bagi keluarga YAK. Petugas pun mengimbau agar pemilik hewan liar agar selalu memastikan keamanan kandang demi mencegah kejadian serupa terulang.

“Demikian laporan lengkap dari petugas lapangan, yang memastikan bahwa penanganan cepat telah menyelamatkan situasi dari kemungkinan eskalasi lebih buruk,” pungkas Romi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *