
Surabaya – Aksi penanaman pohon sosis atau Kigelia Pinnata digelar di kawasan NorthWest Citraland, Surabaya, Selasa (25/11/2025) siang. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Rakerda REI Jatim 2025.
Sejumlah pengembang hadir untuk mengikuti simbolisasi gerakan penghijauan yang digagas Real Estate Indonesia (REI) melalui program nasional bertajuk Sejuta Pohon.
Ketua Umum REI Pusat, Joko Suranto, menjelaskan bahwa Sejuta Pohon merupakan komitmen jangka panjang REI untuk ikut menahan laju perubahan iklim.
Ia menyebut, setiap anggota REI dihimbau menanam minimal dua pohon untuk setiap unit rumah yang dibangun.
Menurutnya, langkah kecil itu mampu memberi dampak besar terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan kawasan hunian.
“Ini cara kita menyayangi bumi. Kita tahu bumi makin panas, perubahan iklim makin terasa. Pohon menjadi solusi sederhana namun sangat penting,” ujar Joko.
Ia memaparkan, pohon memiliki tiga fungsi dasar yang menjadi alasan program ini harus diteruskan. Menyerap karbon, mempercantik lingkungan, serta menjaga air tanah sekaligus menghasilkan oksigen.
Program Sejuta Pohon telah berjalan secara nasional sejak 2023. Hingga kini, sekitar 180.000 pohon sudah ditanam di berbagai daerah oleh anggota REI.
Joko menegaskan, angka tersebut akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran pengembang terhadap pentingnya penghijauan kawasan perumahan. Jenis pohon yang dipilih pun beragam, mulai tanaman keras hingga tanaman buah.
Dalam kegiatan di Citraland, REI memilih menanam pohon sosis dan bunga putih sebagai bentuk kesinambungan dari konsep ruang hijau yang telah dikembangkan oleh Ciputra Group.
Joko menyampaikan apresiasinya kepada pihak Citraland yang menyediakan lokasi dan mendukung penuh gerakan penghijauan ini, “Ini bagian dari kolaborasi agar kawasan hunian semakin hijau dan sehat,” tuturnya.
Ketua DPD REI Jatim, Mochammad Ilyas, menambahkan, gerakan ini bukan hanya program, tetapi juga moralitas baru yang ingin dibangun REI Jawa Timur.
Ia menyebut pohon sebagai warisan kebaikan karena oksigen yang dihasilkan akan memberi manfaat jangka panjang kepada siapa pun yang menghirupnya.
“Setiap oksigen itu merupakan amal jariyah dari yang menanam,” katanya.
Ilyas mendorong seluruh pengembang di Jawa Timur menjalankan komitmen satu rumah dua pohon, bahkan jika memungkinkan satu jiwa satu pohon.
Ia menegaskan bahwa konsep ini tidak sekadar simbolik, melainkan menjadi cara untuk menyeimbangkan jumlah penghuni dengan titik penghijauan dalam satu kawasan perumahan.
“Kalau empat orang tinggal dalam satu rumah, idealnya ada empat pohon yang ditanam,” tambahnya.
Secara pribadi, Ilyas mengaku telah menerapkan konsep tersebut dalam proyek yang ia tangani. Ia optimistis gerakan ini akan berkembang menjadi standar baru bagi seluruh anggota REI Jatim, mengingat kebutuhan ruang hijau di kota-kota besar semakin mendesak. Ia pun menegaskan akan terus mengampanyekannya kepada para anggota agar bisa diterapkan secara konsisten.
Sementara itu, Senior Director Ciputra Group, Sutoto Yakobus, menjelaskan alasan Citraland Surabaya dipilih menjadi lokasi penanaman. Menurutnya, Citraland sejak awal dikembangkan sebagai kawasan yang bersih, hijau, dan modern. Tata ruang di kawasan ini memang mengharuskan porsi ruang terbuka hijau yang besar, sehingga sangat sesuai dengan gerakan penghijauan REI.
Sutoto menjelaskan, Citraland memiliki ruang terbuka hijau seluas empat hektare yang ke depan akan dikembangkan menjadi salah satu RTH terbesar di Surabaya. Tak hanya itu, kawasan ini juga dilengkapi 12 danau yang tersebar di berbagai klaster sebagai bagian dari persyaratan tata ruang yang mensyaratkan 3% wilayah berupa badan air. “Karena itu Citraland dipandang representatif untuk kegiatan penanaman ini,” ujarnya.
Sebagai organisasi resmi para pengembang properti di Jawa Timur, REI Jatim menegaskan bahwa gerakan penghijauan akan terus menjadi bagian dari visi pembangunan berkelanjutan.
Melalui penanaman pohon sosis di Citraland, REI ingin memastikan bahwa setiap hunian bukan hanya layak secara fisik, tetapi juga ramah lingkungan dan memberikan kualitas hidup lebih baik bagi generasi mendatang.
Tidak ada komentar