Verrel Bramasta Dihujat karena Pakai Rompi saat ke Lokasi Bencana, Ini Penjelasannya

jatimtodaycom
3 Des 2025 06:41
2 menit membaca

Anggota DPR RI Verrel Bramasta menjadi sorotan warganet usai fotonya saat meninjau lokasi bencana alam di Sumatera Barat beredar di media sosial. Salah satu kritik keras datang dari akun X @imaqueennz yang mempertanyakan alasan Verrel mengenakan rompi taktis dalam kunjungan tersebut.

“Liat Verrel pake ROMPI ANTI PELURU ITU BIAR APA KIMAK!? Biar ga kena ludah nyasar? Biar army look? Apa biar gantengnya ga tembus kayu gelondongan?” tulis akun tersebut.

Dia juga menilai penampilan Verrel menunjukkan kegagalan generasi muda dalam memahami situasi bencana dan berempati.

Menanggapi kritik warganet, Verrel Bramasta memberikan klarifikasi. Dia menegaskan rompi yang dipakainya bukan rompi antipeluru, melainkan tactical vest atau rompi taktis yang lazim digunakan dalam kegiatan lapangan.

“Rompi tersebut bukan rompi anti-peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan,” kata Verrel saat dikonfirmasi, Selasa (2/12/2025).

Verrel menjelaskan bahwa rompi itu tidak memiliki pelat balistik dan fungsi utamanya adalah untuk membawa perlengkapan kecil selama peninjauan. Menurutnya, rompi tersebut dilengkapi sistem kantong modular (MOLLE) sehingga memudahkan membawa berbagai barang sekaligus.

“Rompi taktis ini tidak dilengkapi pelat balistik, dan fungsinya memang untuk membawa perlengkapan. Saat itu saya membawa air minum, uang kas untuk dibagi-bagi, dan sebagainya,” ujarnya.

“Kenapa memilih untuk memakai rompi ini? Keunggulan rompi ini memiliki sistem kantong modular (MOLLE) yang memudahkan membawa beberapa barang sekaligus tanpa menghambat gerak,” sambungnya.

Verrel mengatakan kondisi di area terdampak bencana sangat dinamis, sehingga ia membutuhkan perlengkapan yang praktis untuk menunjang mobilitas.

“Saat turun di area bencana, kondisi sangat dinamis. Karena tingginya mobilitas, perlu membawa perlengkapan secara praktis agar bisa cepat membantu warga dan tim di lapangan,” papar dia.

“Jadi distorsi informasi yang terjadi, dibilang antipeluru atau pelampung, salah besar,” tambahnya.

Verrel menegaskan bahwa fokus kedatangannya adalah melihat langsung kondisi warga, memberikan bantuan, serta berdialog dengan pemerintah daerah agar penanganan korban banjir dapat dipercepat.

Meski mendapat kritik, Verrel menyebut akan tetap turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.

“Tujuannya untuk mendengar keluhan dari masyarakat agar bisa saya sampaikan kepada rekan-rekan di DPR dan menyuarakan di forum yang bersangkutan,” tuturnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *