
Mojokerto – Sebuah minibus Elf yang mengangkut rombongan wisatawan asal Surabaya terguling di jalur turunan AMD, kawasan Sendi, Desa Pacet Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (1/12/2026). Kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman saat melintas di jalur menurun.
Minibus Isuzu Elf bernomor polisi L 7791 AF itu membawa 16 penumpang yang masih memiliki hubungan keluarga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh penumpang mengalami luka-luka dengan tingkat cedera beragam dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kendaraan tersebut dikemudikan Arifin, warga Surabaya, yang saat kejadian tengah mengantar rombongan wisata dari arah Kota Batu menuju objek wisata Air Panas Padusan, Pacet. Arifin mengaku sistem pengereman sebelumnya berfungsi normal, namun mulai bermasalah ketika memasuki turunan AMD.
“Penumpangnya 16 orang, semuanya saudara dari Surabaya,” ujar Arifin di lokasi kejadian.
Ia menuturkan sempat panik ketika kendaraan sulit dikendalikan. Untuk menghindari risiko lebih besar, ia membanting setir ke kanan. Namun, kendaraan justru oleng, menabrak tiang listrik, lalu terguling di tepi jalan.
Sejumlah relawan yang berada di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi.
Para penumpang berhasil dikeluarkan dari dalam minibus dan langsung dilarikan ke RSUD Sumberglagah, Pacet, guna mendapatkan penanganan medis.
Kasi Pelayanan Medis RSUD Sumberglagah, dr Praviko Rahmadho, membenarkan seluruh korban kecelakaan tunggal tersebut berjumlah 16 orang. Para korban mengalami luka robek, lecet, hingga nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti kepala, wajah, tangan, dan punggung.
“Total ada 16 korban yang dirawat. Tidak ada korban kritis maupun meninggal dunia,” tegas dr Praviko. Seluruh korban kini dalam kondisi stabil dan masih menjalani perawatan medis.
Sementara itu, Satlantas Polres Mojokerto telah menangani kejadian tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengimbau para pengemudi yang melintas di jalur wisata Pacet agar selalu memastikan kondisi kendaraan prima, terutama sistem pengereman, mengingat kontur jalan yang didominasi turunan tajam.
Tidak ada komentar