
Sidoarjo, Jatim Today – Bagi sebagian orang, udeng mungkin hanya sekadar pelengkap busana tradisional. Namun, di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, udeng pacul gowang justru dianggap sebagai karya budaya yang sarat makna filosofis tentang kehidupan. Hal itulah yang coba dihidupkan kembali oleh Komunitas Kabut Malam lewat workshop pembuatan udeng pacul gowang yang digelar di Sanggar Belajar Lumbung Sekar Pluralisme, Kamis malam (11/9/2025).
Koordinator bidang pelatihan dan pendidikan Komunitas Kabut Malam, Achmad Rizal Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar melestarikan benda budaya, melainkan juga menanamkan filosofi hidup kepada generasi muda. “Udeng pacul gowang bukan hanya kain yang diikat di kepala, melainkan cerminan nilai kerja keras, kebersamaan, hingga keikhlasan dalam menjalani hidup,” ujarnya.
Udeng pacul gowang memiliki beberapa bagian dengan makna mendalam. Bagian cungkup, misalnya, melambangkan dinamika kehidupan. Ada pula paron kekep pangupo jiwo yang mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, iket jagat tali wangsul yang mengingatkan manusia akan takdir Tuhan, hingga banyu mili yang berarti manusia seharusnya selalu berguna bagi lingkungannya.
Lebih jauh, Rizal menjelaskan pemilihan motif kain dalam udeng ini juga sarat simbol. Motif kembang tebu menggambarkan kesuburan dan kelestarian hidup, sementara motif beras kutah menjadi doa agar masyarakat hidup makmur dan penuh keberkahan. “Mengerjakan udeng pacul gowang adalah proses spiritual sekaligus intelektual, karena setiap ikatan dan simpulnya membawa pesan tentang kehidupan,” imbuhnya.
Puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, komunitas seni, dosen, hingga warga sekitar tampak antusias mengikuti setiap tahap pembuatan udeng. Mereka tidak hanya diajari teknik merangkai kerangka dan menempel kain, tetapi juga diajak memahami makna di balik setiap detail rangkaian.
Salah satu peserta, Wahyu Eko Yulianto, mengaku mendapat pengalaman berharga. “Workshop ini tidak hanya soal membuat udeng, tapi juga menanamkan rasa cinta budaya. Prosesnya menyenangkan, penuh kebersamaan, dan saya jadi lebih paham nilai-nilai kehidupan yang diwariskan leluhur,” tuturnya.
Komunitas Kabut Malam berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran generasi muda Sidoarjo terhadap budaya lokal. Lebih dari itu, diharapkan udeng pacul gowang kelak bisa berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif khas daerah, yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Tidak ada komentar