Kontrakan di Jemur Wonosari Surabaya Terbakar, 16 Mobil Damkar Padamkan Api

jatimtodaycom
17 Sep 2025 22:15
2 menit membaca

Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Jemur Wonosari Gang Masjid No.28, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Rabu (17/9/2025) malam. Api menghanguskan sejumlah kamar kos dan kontrakan sebelum berhasil dijinakkan petugas.

Api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 21.01 WIB oleh warga bernama Rafi. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya langsung bergerak cepat. Unit tempur Rayon 3 Rungkut tiba di lokasi pukul 21.07 WIB dan langsung melakukan pemadaman.

Sebanyak 16 unit mobil damkar dikerahkan dari berbagai pos, termasuk Joyoboyo, Jambangan, Sukolilo, Kalirungkut, Grudo, Wiyung, Menur, hingga Pos TVRI. Api baru bisa dipadamkan total pada pukul 21.40 WIB dan pembasahan selesai pukul 22.25 WIB.

Kebakaran meludeskan empat bangunan kontrakan non permanen di bagian belakang dengan luas lahan sekitar 10 x 20 meter. Selain itu, lima kamar kos di bagian depan juga terdampak, terdiri dari tiga kamar non permanen yang habis terbakar, satu kamar permanen terbakar 100 persen, serta satu kamar permanen lain terbakar 95 persen.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Penanggung jawab kos dan kontrakan, Tennia Suprihatin (42), tercatat sebagai pemilik lahan sekaligus pengelola.

Menurut keterangan warga setempat, api diduga berasal dari dapur rumah Tennia akibat kompor yang menyambar material kayu. Warga sempat berusaha memadamkan dengan satu tabung APAR, namun gagal karena api sudah terlanjur membesar.

Kepala Bidang Pemadaman DPKP Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan lain.

“Karena lokasi merupakan kawasan padat dengan dominasi bangunan non permanen, api cepat sekali membesar. Kami kerahkan 16 unit agar bisa segera melakukan pemadaman dan pembasahan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelas Wasis.

Ia menambahkan, proses penanganan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD Surabaya, aparat kecamatan, hingga PLN yang segera melakukan pemutusan aliran listrik di sekitar lokasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *