
Lamongan – Dari dapur sederhana yang selalu ramai sejak pagi buta, aroma masakan bergizi setiap hari mengalir menuju sekolah-sekolah di wilayah Sukodadi, Lamongan. Di balik rutinitas itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Prasojo Surabayan bekerja penuh ketelitian untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersaji secara higienis dan laik dikonsumsi oleh ribuan anak.
Setiap hari, tim SPPG menyiapkan porsi bagi 2.200 penerima manfaat. Bukan sekadar memasak, mereka menjalani serangkaian langkah higienis yang ketat. Mulai pada proses pemilihan bahan baku segar, mencuci dengan benar, memasak menggunakan peralatan steril, hingga mengemas makanan agar tetap bersih sampai di tangan siswa-siswi sekolah.
“Di sini, kami memegang prinsip bahwa makanan sehat harus diiringi dengan cara pengolahan yang higienis. Semua staf sudah terbiasa bekerja dengan standar kebersihan tinggi, mulai dari penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga menjaga area dapur agar selalu bersih,” ungkap Ismawan, Pengelola SPPG Prasojo Surabayan, Minggu (29/9/2025).
Tidak hanya itu, distribusi makanan juga dilakukan secara disiplin. Setiap porsi langsung dikirim ke sekolah sesuai kebutuhan pada hari itu. Sehingga dipastikan tidak ada yang disimpan untuk keesokan hari. Langkah ini kata Ismawan, bukan hanya sekadar menjaga kualitas gizi, tetapi juga menjadi komitmen demi melindungi anak-anak dari asupan makanan yang kurang laik.
Semua karyawan SPPG Prasojo juga disampaikan Ismawan, berasal dari tenaga kerja yang direkrut secara selektif serta berpengalaman. Dan juga selalu melengkapi diri dengan APD selama mengolah makanan.
Bagi Ismawan dan tim, makanan yang mereka antar setiap hari adalah lebih dari sekadar porsi nasi dan lauk. Ada harapan yang diselipkan dalam setiap kotak. Yakni supaya generasi bangsa tetap bersemangat belajar, tumbuh sehat dan terjaga konsentrasinya di kelas.
Di tengah tantangan cuaca panas yang melanda Lamongan, semangat para pengelola SPPG tidak surut. Justru, kondisi itu membuat mereka semakin berhati-hati memastikan makanan sampai dengan baik, tanpa berkurang sedikit pun kualitasnya.
Melalui kerja senyap namun penuh dedikasi ini, SPPG Prasojo Surabayan menunjukkan bahwa pengelolaan MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan bagian dari ikhtiar bersama membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, kami memastikan semua makanan bergizi dari Dapur Prasojo Lamongan tetap memang bagus untuk tumbuh kembang dan pemenuhan gizi anak-anak,” pungkasnya.
Tidak ada komentar