Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk: Tim SAR Evakuasi 7 Korban, 2 Meninggal

jatimtodaycom
2 Okt 2025 04:52
2 menit membaca

Sidoarjo – Upaya evakuasi korban reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo terus dilakukan tim SAR gabungan. Setelah bekerja tanpa henti lebih dari 24 jam, sebanyak tujuh korban kembali berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10/2025). Dari jumlah tersebut, dua diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan, seluruh korban dievakuasi dari sektor pencarian Site A1. Proses pencarian berlangsung penuh tantangan karena kondisi bangunan yang tidak stabil memaksa tim membuka akses aman terlebih dahulu sebelum menjangkau korban.

“Metode evakuasi dilakukan dengan menggali jalur sempit di bawah reruntuhan. Ukuran galian hanya sedalam 80 cm dengan diameter sekitar 60 cm, sehingga personel harus merayap dalam posisi tengkurap selama berjam-jam,” terang Yudhi.

Rangkaian evakuasi dimulai pukul 14.48 WIB, ketika korban ke-12 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selang 34 menit kemudian, korban ke-13 bernama Haikal berhasil diselamatkan. Menyusul pada pukul 18.05 WIB korban ke-14, Muhammad Wahyudi, juga berhasil dievakuasi selamat. Disusul korban ke-15, Al Fatih, pada pukul 18.40 WIB dalam kondisi selamat.

Namun hanya sepuluh menit kemudian, tim kembali menemukan korban ke-16 dalam kondisi meninggal. Upaya penyelamatan berlanjut hingga pukul 19.16 WIB, saat korban ke-17, Putra, berhasil diselamatkan. Kemudian, pada pukul 20.20 WIB korban ke-18, Rosi, juga ditemukan dalam keadaan selamat.

Dalam proses evakuasi Haikal, tim SAR bahkan terus melakukan komunikasi dan memberikan suplai makanan serta minuman agar korban mampu bertahan hingga berhasil dievakuasi.

Dengan tambahan tersebut, hingga hari ini total korban yang sudah dievakuasi mencapai 18 orang. Para korban selamat langsung dibawa ke RSUD Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Siti Hajar Sidoarjo guna proses identifikasi.

Operasi SAR melibatkan ratusan personel lintas instansi. Selain Kantor SAR Surabaya, unsur lain yang turut membantu di antaranya Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Jatim, BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, PMI, Damkar Surabaya dan Sidoarjo, serta berbagai organisasi potensi SAR seperti Banser, LPBI NU, hingga tim rescue dari sejumlah perusahaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *