Gubernur Khofifah Janji Kawal Identifikasi Korban Ponpes Ambruk Hingga Tuntas

jatimtodaycom
7 Okt 2025 11:05
2 menit membaca

Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berjanji akan mengawal penanganan dan proses identifikasi korban musibah runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Dia juga memastikan jika seluruh korban sudah berhasil dievakuasi. Sehingga penanganan fokus beralih ke proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI.

“Pendampingan psikologis dan spiritual bagi para santri juga penting agar mereka pulih dari trauma. Ini tanggung jawab bersama antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” tegas Khofifah saat meninjau langsung lokasi kejadian bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii, dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Selasa (6/10/2025).

Khofifah juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban.

“Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.

Usai meninjau lokasi ponpes, Gubernur Khofifah langsung menuju RS Bhayangkara Surabaya untuk mendampingi para keluarga korban. Dalam suasana haru, ia menenangkan para orang tua dan bahkan membantu menghubungi keluarga korban lainnya yang berada di luar kota untuk datang ke Surabaya.

“Proses identifikasi dilakukan teliti dan hati-hati oleh tim DVI dengan mencocokkan data ante mortem, post mortem, dan DNA,” jelasnya.

Khofifah memuji kerja keras tim DVI, forensik Unair, dan seluruh tenaga medis yang bekerja tanpa henti selama 24 jam. Hasilnya, seluruh 17 jenazah korban berhasil diidentifikasi — lima di RS Sidoarjo dan 12 di RS Bhayangkara Surabaya.

Kepada keluarga yang masih menunggu hasil, Khofifah berpesan agar tetap sabar dan ikhlas. “Mereka yang berpulang sedang menuntut ilmu dan beribadah. InsyaAllah mereka dipanggil dalam keadaan husnul khatimah,” katanya.

Dengan berakhirnya operasi SAR, seluruh fokus kini diarahkan pada proses identifikasi dan pendampingan keluarga korban di RS Bhayangkara.

“Terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja keras dan kompak. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang besar,” pungkas Khofifah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *