Terminal Oso Wilangon Surabaya Perlahan Bangkit Usai Layani Angkutan Barang

jatimtodaycom
8 Okt 2025 16:42
2 menit membaca

Surabaya – Terminal Tambak Oso Wilangon (TOW) Surabaya menyimpan kisah panjang perjalanan transportasi di kota pahlawan. Diresmikan sekitar tahun 1994 sebagai pengganti Terminal Jayengrono di kawasan Jembatan Merah, terminal ini dibangun untuk memeratakan layanan transportasi.

Namun, waktu sempat membuatnya redup. Kursi tunggu dibiarkan kosong, deretan bus menanti keberangkatan, dan aktivitas penumpang menurun drastis, terutama sejak pandemi dan perubahan trayek ke Bungurasih hingga kehadiran Trans Jatim.

Hery Isbiyanto

“Dulu ramai, tapi makin ke sini penumpang berkurang,” ujar Hery Isbianto, Kepala Unit Terminal Tambak Oso Wilangon yang sudah bertugas dari tahun 1999.

Kini, di bawah kepemimpinan Hery, wajah Terminal Tambak Oso Wilangon mulai berubah. Ia berupaya menghidupkan kembali terminal dengan memperluas fungsi, tak hanya melayani bus penumpang, tetapi juga menjadi simpul baru angkutan barang dan logistik.

“Saya ingin terminal ini hidup kembali. Tidak hanya untuk bus penumpang, tapi juga untuk kendaraan logistik,” tegasnya.

Sejak Desember 2024, area belakang terminal difungsikan sebagai tempat parkir dan bongkar muat truk logistik, sementara bagian depan tetap dipertahankan untuk melayani penumpang.

Langkah ini membuahkan hasil. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, sementara parkir liar truk di kawasan Margomulyo hingga Kalijudan ikut berkurang.

“Sekarang sopir lebih memilih parkir di terminal karena aman dan tertib,” ujar Hery.

Meski masih menghadapi tantangan seperti akses terbatas dan persaingan dengan moda lain. Heri tetap optimistis, Terminal yang kini hanya melayani trayek Surabaya – Purwodadi tersebut masih bisa jadi andalan.

“Harapan kami, Osowilangun bisa jadi terminal terpadu pusat transportasi dan logistik yang benar-benar hidup,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *