PLN Jatim Percepat Listrik Desa Pakai Energi Terbarukan Dukung Elektrifikasi Nasional

jatimtodaycom
13 Okt 2025 08:00
2 menit membaca

Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mempercepat pemerataan akses listrik di seluruh penjuru provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui program Listrik Desa (Lisdes), PLN menghadirkan energi bersih berbasis energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung program elektrifikasi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi hijau.

Hingga Agustus 2025, rasio elektrifikasi di Jawa Timur tercatat mencapai 99,68 persen, sedangkan rasio desa berlistrik (RDB) sudah menyentuh 99,96 persen atau setara dengan 8.494 desa. Adapun upaya percepatan kini difokuskan pada lima kabupaten yang masih di bawah angka 99,99 persen, yakni Jember, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan jaringan listrik di 128 lokasi pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 28 lokasi ditargetkan beroperasi pada Desember 2025, dan 100 lokasi sisanya pada Maret 2026.

“Program Lisdes ini menjadi langkah strategis PLN untuk menjangkau daerah yang belum teraliri listrik, termasuk wilayah kepulauan. Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak agar proses elektrifikasi dapat berjalan cepat dan merata,” ujar Ahmad.

Dalam rencana jangka menengah 2025–2027, PLN menargetkan pembangunan listrik di 494 klaster dengan potensi 36.879 pelanggan baru. Infrastruktur yang akan disiapkan meliputi 369,93 km jaringan tegangan menengah (JTM), 633,97 km jaringan tegangan rendah (JTR), serta trafo distribusi berkapasitas 36,1 MVA. PLN juga memanfaatkan pembangkit tenaga surya sebesar 11,9 MWp sebagai wujud komitmen terhadap transisi energi bersih di daerah 3T.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin, menyambut baik langkah PLN tersebut. Menurutnya, percepatan elektrifikasi di Jawa Timur bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerataan akses listrik menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah. Ini sejalan dengan visi Nawa Bhakti Satya 2.0 dan delapan program prioritas pembangunan Jawa Timur,” ungkap Yasin.

PLN berharap sinergi lintas lembaga dan pemerintah daerah terus terjalin agar seluruh masyarakat Jawa Timur, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan, dapat menikmati manfaat energi berkeadilan dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *