Bangkalan Berse Onggu, Gerakan Bersih Ala Bupati Lukman

jatimtodaycom
20 Sep 2025 14:49
2 menit membaca

Bangkalan – Bangkalan kini punya istilah baru yang tengah digaungkan oleh Bupati Lukman Hakim, Bangkalan Berse Onggu. Sebuah ajakan sederhana, namun sarat makna untuk menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama.

Istilah yang terdengar khas ini lahir dari keprihatinan akan persoalan sampah yang tak pernah ada habisnya. Dengan bahasa lokal, Bupati ingin menyentuh hati warganya agar gerakan peduli kebersihan tak hanya menjadi slogan, melainkan gaya hidup sehari-hari.

Dalam bahasa Madura, berse berarti bersih, sementara onggu berarti benar-benar atau sepenuhnya. Jika digabung, berse onggu bisa dimaknai sebagai kondisi bersih total, bersih lahir batin. Makna inilah yang kemudian ditarik oleh Bupati Lukman untuk menjadi semangat baru warga Bangkalan.

“Untuk menciptakan Bangkalan yang bersih sekaligus mengatasi permasalahan sampah, diperlukan kesadaran bersama. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Lukman Hakim saat meninjau kerja bakti di lingkungan perkantoran Kabupaten Bangkalan, Jumat (19/9/2025).

Bupati Lukman menekankan, Bangkalan Berse Onggu bukan sekadar program pemerintah, melainkan stimulus bagi masyarakat. Harapannya, gerakan ini mampu mengubah cara pandang warga dalam mengelola sampah—mulai dari rumah, kantor, desa, hingga lingkungan permukiman.

Sebagai contoh nyata, Pemkab Bangkalan sudah membuat regulasi yang mewajibkan setiap kantor di lingkup pemerintahan daerah mengelola sampahnya secara mandiri. “Sampah yang ada di kantor jangan sampai dibuang ke luar, harus diselesaikan di kantor masing-masing. Kami harapkan pola ini juga diterapkan di tingkat desa dan kelurahan,” tambah Bupati.

Tak berhenti di situ, setiap Jumat para ASN di Bangkalan digerakkan untuk turun langsung kerja bakti di sekitar kantor. Tradisi ini diharapkan menular ke masyarakat luas, sehingga tumbuh budaya sadar kebersihan.

Gerakan ini sejalan dengan semangat menjaga kelestarian lingkungan. Dalam perspektif yang lebih luas, Bangkalan Berse Onggu ingin mengingatkan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Sama seperti halnya doa dan ibadah yang membutuhkan keikhlasan, menjaga lingkungan pun perlu dimulai dari hati yang peduli.

Kini, jargon itu mulai digaungkan di berbagai lini. Dari ruang perkantoran, sekolah, hingga perkampungan, Bangkalan Berse Onggu perlahan menjelma menjadi identitas baru Bangkalan: daerah yang tak hanya dikenal religius, tapi juga peduli lingkungan.

Sumber foto : akun Instagram kabupaten_bangkalan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *