Ribuan Mahasiswa Demo di Grahadi Surabaya

jatimtodaycom
17 Jun 2026 16:11
2 menit membaca

Surabaya – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, diantaranya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), isu ekonomi, lingkungan, demokrasi hingga persoalan hak asasi manusia (HAM).

Koordinator Umum ABS, Nasrawi Ibnu Dahlan mengatakan, aksi digelar sebagai bentuk respons terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga isu penegakan demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.

Ia menyebut, aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.

“Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat semakin terhimpit oleh berbagai persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada kepentingan rakyat serta upaya menjaga cita-cita reformasi agar tidak terus mengalami kemunduran,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Awal Zamazi, memastikan seluruh elemen mahasiswa telah melakukan persiapan teknis dan koordinasi untuk menjaga jalannya aksi tetap tertib, terorganisir, dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi.

Adapun tujuh tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut meliputi,

1. Mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

2. Mendorong pemerintah mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah serta mengevaluasi pejabat yang dinilai tidak kompeten.

3. Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, menolak kebangkitan militerisme dan dwifungsi aparat, serta menuntut pencabutan UU TNI dan UU Polri yang dinilai berpotensi mengancam kebebasan sipil.

4. Menolak eksploitasi lingkungan berkedok Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya proyek SWL Surabaya, serta mendesak perlindungan hak masyarakat adat di Papua.

5. Mendesak pemerintah pusat dan daerah memulihkan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi yang berdampak pada komoditas lokal dan mata pencaharian petani.

6. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP, termasuk perbaikan sistem mitigasi serta penyaluran bantuan yang transparan, tepat sasaran, dan bebas korupsi.

7. Mengecam segala bentuk pelanggaran HAM dan upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil.

Ia menegaskan aksi ini menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa untuk mengingatkan pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat serta menjalankan pemerintahan secara transparan, demokratis, dan berkeadilan sosial.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau seluruh peserta aksi menjaga ketertiban dan menghindari segala bentuk provokasi maupun penyusupan yang berpotensi mencederai perjuangan mahasiswa.

“Kita datang membawa gagasan dan tuntutan rakyat, bukan membawa kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, seluruh massa aksi harus tetap disiplin, solid, dan waspada terhadap segala bentuk provokasi yang dapat mencoreng perjuangan mahasiswa,” tutup Nasrawi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *