
Surabaya – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur resmi meluncurkan *REI Jatim Institute*. Lembaga ini sengaja dibentuk untuk mencetak developer yang profesional dan taat regulasi, sekaligus jadi wadah belajar bisnis properti yang benar agar masyarakat tidak tertipu developer bodong.
Peluncuran ditandai dengan digelarnya Executive Class Preview di Surabaya, Kamis (10/9/2026). Ketua DPD REI Jatim Mochamad Ilyas menyebut, maraknya lembaga dan perorangan yang mengaku bisa mengajar properti jadi latar belakang utama pendirian institut ini.
“Iya memang ini adalah satu wadah baru supaya masyarakat tidak salah belajar properti. Karena cukup banyak lembaga-lembaga atau perorangan yang mengaku bisa memberikan pelajaran tentang ilmu properti, tapi faktanya mereka bukan pelaku bisnis properti,” kata Ilyas.
Menurut Ilyas, REI Jatim Institute akan jadi tempat belajar komprehensif. Mulai dari pembentukan badan hukum, proses pembangunan, perizinan, pemasaran, hingga estate management dan after sales.
“Insyaallah kita akan rutin mengadakan executive class. Bahkan mungkin ada usulan nanti ada modul-modul khusus, misalnya masalah perizinan akan dibahas khusus, ada modul masalah pemasaran, masalah estate management dan lain-lain,” lanjutnya.
Durasi 2,5 Bulan dan Ada 18 Mata Ajar
Direktur REI Jatim Institute Fikry menjelaskan, program ini tidak seperti kursus singkat biasa. Satu periode kelas akan berjalan selama 2,5 bulan agar materi bisa diberikan detail.
“Jadi REI Jatim Institute ini kami akan mengajar secara komprehensif dari pembuatan perusahaan atau badan hukumnya sampai dengan pembangunan dan juga di ending-nya adalah after sales-nya. Jadi dalam hal ini pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Secara keseluruhan ada 7 kurikulum yang dikembangkan jadi 18 mata ajar. Mentornya adalah praktisi properti berpengalaman. REI Jatim Institute juga menggandeng stakeholder seperti Universitas Airlangga, ITS, konsultan pajak, hingga notaris.
“Jadi waktu yang terbatas itu mungkin membuat kurang detail atau kurang komprehensif sehingga kami pengen memberikan semuanya secara menyeluruh sehingga tujuan dari ketua DPD kami untuk membantu masyarakat untuk bisa mencetak developer yang profesional,” kata Fikry.
Terbuka untuk Umum dan Pengaving
Fikry menegaskan, peserta tidak hanya dari anggota REI Jatim. Masyarakat umum dan anggota asosiasi lain juga boleh daftar. Bahkan pengembang kavling atau “pengaving” ikut disasar.
“Kami mengajak bukan kami untuk mendiskreditkan mereka. Mari para pengaving ini turut serta menjadi peserta kami dan belajar di REI Jatim Institute,” tutupnya.
Pada preview kali ini, tercatat 52 perusahaan sudah ikut. Ke depan, REI Jatim Institute menargetkan kelas rutin digelar maksimal 3 bulan sekali.
Ketua Kehormatan DPD REI Jatim sekaligus Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus menambahkan, bisnis properti masih punya prospek. Tapi tantangannya adalah regulasi yang berubah dan bisa berujung pidana jika tidak dipahami.
“Regulasi berubah-ubah itu yang membuat satu tantangan kita. Bagaimana kita menyikapinya karena banyak juga regulasi yang ujungnya pidana. Makanya seperti inisiatif REI ini cukup bagus karena membuat lebih profesional, lebih hati-hati jangan tersangkut masalah,” kata Sutoto.
Begini Cara Daftar REI Jatim Institute
Untuk saat ini pendaftaran bisa dilakukan melalui DPD REI Jawa Timur. Calon peserta dapat menghubungi sekretariat DPD REI Jatim atau datang langsung saat Executive Class berikutnya digelar.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, biaya, dan modul akan diumumkan REI Jatim Institute setelah program rutin dimulai.
Tidak ada komentar