2 Kader PDIP Jatim Mundur Usai Terbelit Kasus Hukum

jatimtodaycom
6 Okt 2025 22:05
2 menit membaca

Surabaya – Dua kader PDI Perjuangan Jawa Timur, Hasanuddin dan Agus Black Hoe Budianto, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim.

Keduanya mundur di tengah persoalan hukum yang mereka hadapi. Hasanuddin, anggota Komisi A DPRD Jatim, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) dari APBD Jatim tahun 2021–2022.

Sementara itu, Agus Black Hoe Budianto, anggota Komisi D, terseret dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan kini masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Menanggapi hal tersebut, PDIP Jatim menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum yang berlangsung. Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Jatim, Budi Sulistyono, mengatakan bahwa surat pengunduran diri keduanya telah diterima dan akan segera dikirim ke DPP untuk ditindaklanjuti.

“Hasan tersangkut kasus KPK. Beliau sudah lama berstatus tersangka, maka secara sportif membuat surat pengunduran diri,” ujar Budi Sulistyono dalam konferensi pers di Kantor DPD PDIP Jatim, Senin (6/10/2025).

Budi yang akrab disapa Kanang menjelaskan, kedua kader tersebut mengundurkan diri secara sukarela agar dapat fokus menyelesaikan masalah pribadi yang mereka hadapi. Hasanuddin menyerahkan surat pengunduran diri pada 26 Juli 2024, sedangkan Agus Black Hoe menyusul pada 5 Oktober 2025.

“Kemarin Agus Black datang langsung ke kantor DPD. Ia merasa tidak nyaman dengan kegaduhan yang timbul. Bukan hanya berdampak pada dirinya, tapi juga keluarga dan partai,” tambah Kanang.

DPD PDIP Jatim kini menyiapkan proses penggantian antar waktu (PAW) untuk dua kursi yang ditinggalkan. Namun, Kanang menegaskan bahwa penentuan nama pengganti masih dibahas secara internal dan tidak otomatis berdasarkan suara terbanyak hasil pemilu sebelumnya.

“Setelah surat pengunduran diri disetujui DPP, kami akan melakukan rapat untuk menentukan PAW. Sesuai aturan, memang mengacu pada suara terbanyak berikutnya, tapi tetap akan kami teliti dan nilai terlebih dahulu,” jelasnya.

Kanang menegaskan, langkah tegas ini menjadi bukti komitmen PDIP dalam menjaga integritas dan disiplin kader.

“Mundur adalah keputusan yang bijak agar mereka bisa fokus, sementara partai tetap berjalan di jalur yang benar dengan awak dan penumpang yang bersih,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *