Bappenas Dorong Hilirisasi Riset, ITS Jadi Model Nasional

jatimtodaycom
14 Apr 2026 13:01
2 menit membaca

Surabaya – Kementerian PPN/Bappenas menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi perguruan tinggi, dengan menjadikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai salah satu model nasional yang dinilai berhasil.


Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengapresiasi capaian ITS dalam memanfaatkan dana hibah luar negeri untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada riset, tetapi juga berpotensi dikomersialisasikan.


Menurutnya, ITS menerima pendanaan dari Asian Development Bank melalui program Higher Education for Technology and Innovation sejak 2022 dengan total alokasi mencapai Rp650 miliar.


“Pemanfaatannya sangat baik. Hasilnya bukan hanya pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga melahirkan inovasi nyata yang punya nilai ekonomi,” ujar Rachmat saat berkunjung ke Surabaya, Senin (13/4/2026).


Ia menilai, keberhasilan ITS tersebut mencerminkan arah baru pengembangan pendidikan tinggi yang selaras dengan agenda pembangunan nasional, yakni mendorong transformasi riset menjadi produk yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.


Berbagai inovasi yang dihasilkan ITS, lanjutnya, menunjukkan potensi besar untuk mendukung kemandirian nasional. Di antaranya pengembangan bahan bakar berbasis kelapa sawit (Benwit), baterai, sepeda motor listrik, teknologi penangkap emisi karbon dioksida (CO2) dan metana, hingga perangkat stabilitas kapal dan sonar presisi.


Tak hanya itu, efisiensi pengelolaan anggaran yang dilakukan ITS juga dinilai mampu membuka peluang pengembangan riset lanjutan, termasuk rencana pembangunan laboratorium semikonduktor yang memiliki nilai strategis tinggi bagi industri teknologi.


Dalam konteks kebijakan nasional, Bappenas juga tengah mendorong pembentukan National Technology Transfer Office guna memperkuat tata kelola hilirisasi dan komersialisasi inovasi, termasuk yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.


Rachmat menegaskan, pemerintah akan terus mendampingi kampus dalam mempercepat hilirisasi riset agar lebih terarah, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.


“Program prioritas nasional saat ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia serta pencapaian swasembada energi, pangan, dan air. Perguruan tinggi seperti ITS menjadi bagian penting dalam upaya tersebut,” ujarnya.


Ia menambahkan, potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah harus diimbangi dengan kemampuan inovasi dan teknologi agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal.


“Dengan dukungan yang tepat, inovasi dari perguruan tinggi akan menjadi kekuatan utama menuju kemandirian bangsa dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *