
Surabaya – Aksi penyelamatan tak selalu identik dengan kobaran api. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya kali ini mendapat tugas melepas cincin monel yang melingkar dari jari nenek berusia 78 tahun.
Aksi penyelamatan berlangsung di rumah nenek, Sutiah, Jalan Grogol Kauman II Nomor 27, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng. Kamis (9/10/2025) malam.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya Wasis Sutikno menjelaskan, laporan permintaan bantuan diterima sekitar pukul 22.05 WIB.
“Petugas segera berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 22.10 WIB. Setelah dilakukan koordinasi, tim langsung mengevakuasi dengan cara memotong cincin yang melilit jari korban,” ujar Wasis.
Dari keterangan anak korban, Guntur Widjaja Putra (49), pihaknya meminta bantuan kepada petugas Damkar melepas cincin nenek dengan mendatangi rumah karena sang ibu sudah berusia lanjut sehingga tidak memungkinkan pergi ke markas DPKP Surabaya. Sementara jari sang ibu sudah terlanjur bengkak dan cincin berbahan monel tersebut tidak bisa dilepas.
Petugas damkar akhirnya memutuskan melepas cincin dengan cara memotong. Proses ini pun berlangsung hati-hati selama kurang lebih 45 menit. Untuk memotongnya, petugas menggunakan alat khusus agar tidak melukai jari korban.
“Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati, karena kondisi korban sudah lansia dan jari sudah mengalami pembengkakan. Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar dan cincin berhasil dilepaskan tanpa cedera,” kata Wasis.
Ia menambahkan, selain menangani kebakaran, DPKP Surabaya memang kerap menerima laporan permintaan bantuan dari warga seperti aksi yang baru saja dilakukan.
“Kami siap membantu warga dalam kondisi darurat apa pun, tidak hanya kebakaran. Prinsip kami adalah penyelamatan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar