Nexus dan Pemprov Jatim Bikin KATALIS Percepat Industri Hijau

jatimtodaycom
30 Jul 2026 12:28
3 menit membaca

Surabaya – New Energy Nexus Indonesia (Nexus) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meluncurkan program KATALIS untuk mempercepat transformasi industri hijau. Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) di Hotel Morazen, Surabaya, Kamis (30/7/2026).

Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan kebutuhan sektor industri dengan berbagai inovasi teknologi bersih (cleantech) yang dikembangkan startup. Melalui kolaborasi itu, solusi yang selama ini berada pada tahap pengembangan diharapkan dapat diimplementasikan untuk mendukung dekarbonisasi industri di Jawa Timur.

Direktur New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam menegaskan, penandatanganan kerja sama itu merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat ekosistem industri hijau melalui inovasi.

“Penandatanganan kesepakatan hari ini adalah aksi nyata mendukung peran inovasi dalam ekosistem industri hijau di Jawa Timur,” kata Diyanto.

Ia menjelaskan, program diawali dengan pemetaan terhadap kondisi dan kebutuhan industri di Jawa Timur. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk menghubungkan berbagai tantangan di sektor industri dengan teknologi yang dikembangkan startup penyedia solusi ramah lingkungan.

“Kita akan memulai dengan pemetaan dulu untuk melihat bagaimana lanskap di Jawa Timur. Kita melihat apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang belum terjadi,” ujarnya.

Menurut Diyanto, ekosistem yang dibangun tidak hanya melibatkan pemerintah dan pelaku industri, tetapi juga startup cleantech, lembaga keuangan, asosiasi industri, hingga perguruan tinggi. Program itu juga dirancang agar dapat menjangkau industri kecil dan menengah (IKM) maupun usaha kecil dan menengah (UKM), sehingga transformasi menuju industri hijau berlangsung lebih inklusif.

“Industri hijau tidak hanya untuk industri besar saja, tetapi kita juga ingin memastikan bahwa IKM dan UKM bisa masuk ke dalam ekosistem tersebut,” katanya.

Sementara Pelaksana Tugas ( Plt ) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan mengatakan, kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mempercepat transformasi industri rendah karbon. Menurut dia, Jawa Timur memiliki basis industri yang kuat sekaligus memikul tanggung jawab besar dalam mendukung target penurunan emisi.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp888,44 triliun atau menyumbang 14,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pertumbuhan itu terutama didorong sektor industri pengolahan yang berkontribusi 31,45 persen terhadap PDRB Jawa Timur.

Di sisi lain, sektor industri juga menjadi penyumbang sekitar 34 persen emisi nasional, terutama dari subsektor yang intensif menggunakan energi. Karena itu, Pemprov Jawa Timur terus mendorong penerapan ekonomi sirkular, pemanfaatan energi baru terbarukan, pengembangan produk ramah lingkungan, hingga pembentukan Forum Dekarbonisasi Industri sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.

“Transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan dukungan teknologi bersih dan kolaborasi lintas sektor. Kami berharap kerja sama ini menjadi katalisator pembangunan industri rendah karbon sekaligus berkontribusi terhadap penurunan emisi di Jawa Timur,” Pungkasnya

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *