
Lumajang – Duel carok berdarah antara dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga sekaligus bertetangga pecah di Desa Sumberweringin, Kecamatan Klakah, Lumajang, Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa saling bacok menggunakan senjata tajam jenis celurit di tengah kebun sengon itu mengakibatkan satu orang tewas di lokasi kejadian dan satu lainnya mengalami luka berat.
Dua pria yang terlibat dalam duel tersebut diketahui bernama Abdul Karim dan Wasil. Keduanya terlibat pertarungan satu lawan satu hingga berujung tragedi berdarah.
Abdul Karim meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) setelah mengalami luka bacok serius di bagian kepala akibat sabetan celurit. Sementara Wasil mengalami luka robek parah di bagian perut dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis intensif.
Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Pras Ardinata menjelaskan, insiden maut itu bermula dari pertemuan keduanya di jalan raya. Saat itu, kendaraan yang mereka gunakan sempat bersenggolan hingga memicu pertengkaran.
“Keduanya bertemu di jalan dan sempat berserempetan kendaraan bermotor. Dari situ kemudian terjadi cekcok,” ujar Pras saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Ketegangan yang muncul di jalan rupanya menjadi pemicu pecahnya konflik lama yang selama ini terpendam. Abdul Karim yang tersulut emosi kemudian pulang ke rumah mengambil sebilah celurit sebelum kembali menemui Wasil.
Pertemuan keduanya berlanjut di area kebun sengon dekat rumah mereka. Duel carok pun tak terhindarkan. Keduanya sama-sama mengalami luka serius akibat saling serang menggunakan senjata tajam.
Di balik tragedi tersebut, polisi menemukan adanya riwayat konflik lama antara kedua pihak. Istri Abdul Karim, Saniyeh, mengungkapkan persoalan bermula dari urusan pakan ternak berupa daun nangka yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, saat itu dirinya mengambil daun nangka milik Wasil untuk kebutuhan pakan ternak. Namun persoalan tersebut memicu kemarahan hingga hubungan keduanya memburuk.
“Masalahnya itu dulu saya ngambil rumput. Terus ada daun nangka saya ngambil. Terus besok-besoknya Wasil itu marah-marah dan mendatangi rumah saya,” tutur Saniyeh.
Polres Lumajang membenarkan adanya dugaan dendam lama yang menjadi pemicu utama duel berdarah tersebut. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban.
“Duel carok ini dipicu dendam lama yang masih disimpan oleh kedua belah pihak yang terlibat. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut,” pungkas AKP Pras Ardinata.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Lumajang untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang berujung hilangnya nyawa satu orang tersebut.
Tidak ada komentar