
Surabaya – Operasi pencarian terhadap Sri Sapto (39), anak buah kapal (ABK) MT Kusuma 1 yang dilaporkan jatuh di perairan utara Sampang, Madura, resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh pada Selasa (2/6/2026). Hingga hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, penghentian operasi dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam operasi Search and Rescue (SAR).
“Pencarian dihentikan karena tidak adanya tanda-tanda korban ditemukan dan tidak efektifnya pencarian melihat perluasan dari perkiraan lokasi korban di SAR Map Prediction,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Pada hari terakhir pencarian, perwakilan keluarga Sri Sapto turut ikut on board di atas KN SAR 249 Permadi yang melakukan penyisiran di perairan utara Sampang. Keluarga korban didampingi personel Kantor SAR Surabaya sejak kapal lepas tali dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya hingga proses penyisiran di area pencarian berlangsung.
Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sri Sapto yang dilaporkan hilang di laut utara Kabupaten Sampang. Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuh korban.
Selain penyisiran di area pencarian, tim SAR juga melakukan e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas informasi dan membantu proses pencarian apabila ada kapal yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selama tujuh hari operasi berlangsung, pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Surabaya melalui Pos SAR Sumenep, KN SAR 249 Permadi, KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, BPBD Gresik, SROP Surabaya, SROP Bawean, SROP Kalianget, SROP Masalembu, VTS Surabaya, Pos Kamladu Gresik, UPP Kelas III Bawean, UPP Kelas III Telaga Biru, serta nelayan setempat.
Tidak ada komentar