Lapas Lamongan Suplai Selada ke SPPG Keduyung, Warga Binaan Ikut Sukseskan MBG

jatimtodaycom
1 Jun 2026 14:49
3 menit membaca

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan mulai menyuplai komoditas selada segar hasil budidaya warga binaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung untuk mendukung keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini menjadi bentuk keterlibatan warga binaan dalam menyukseskan program nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, mengatakan hasil pertanian yang dikelola warga binaan kini mulai disalurkan secara rutin guna memenuhi kebutuhan bahan baku SPPG Keduyung di Kabupaten Lamongan.

“Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada hasil budidaya warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG Keduyung guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Heri, Senin (1/6/2026).

Menurut Heri, pengembangan sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian dari optimalisasi lahan produktif yang dimiliki lapas. Selain menanam berbagai komoditas hortikultura, Lapas Lamongan juga mengembangkan budidaya ikan patin serta pertanian padi melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

“Untuk budidaya ikan patin, kami telah berhasil melaksanakan panen sebanyak dua kali. Sementara untuk kebutuhan dapur lapas, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan,” jelasnya.

Ia menegaskan, program agro-pangan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif setelah kembali ke masyarakat.

Selain itu, Lapas Lamongan juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga menggunakan sistem bagi hasil. Saat ini, pihaknya tengah melakukan uji coba budidaya melon serta merencanakan pembangunan keramba khusus untuk pengembangan budidaya ikan lele.

“Kami terus berupaya meningkatkan produktivitas. Tentu masih ada tantangan, seperti fluktuasi harga komoditas dan distribusi hasil perikanan, namun hal itu terus kami carikan solusi bersama,” kata Heri.

Sementara itu, perwakilan SPPG Keduyung, Elan Mahardika, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Lapas Lamongan tidak hanya membantu menjaga ketersediaan bahan baku pangan lokal, tetapi juga menghadirkan dampak sosial melalui pemberdayaan warga binaan.

Menariknya, kerja sama tersebut berawal dari unggahan produk pertanian di akun media sosial resmi Lapas Kelas IIB Lamongan. Elan mengaku tertarik setelah melihat kualitas selada yang dipublikasikan, lalu memutuskan melakukan kunjungan langsung.

“Awalnya saya mengetahui potensi pertanian Lapas Lamongan dari unggahan di Instagram. Setelah berkunjung, kami melihat langsung hasil budidaya yang sangat potensial, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Potensi ini sangat strategis untuk mendukung kebutuhan bahan baku program yang kami jalankan,” ungkap Elan.

Ia menjelaskan, selada menjadi salah satu komoditas penting dalam penyusunan menu Program Makan Bergizi Gratis karena berfungsi sebagai pelengkap nutrisi sekaligus meningkatkan kualitas penyajian makanan.

Untuk menjaga kontinuitas pasokan, SPPG Keduyung berencana melakukan pengambilan selada dari Lapas Lamongan sebanyak dua hingga tiga kali dalam setiap periode distribusi. Adapun kebutuhan selada bersih terus disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat Program MBG.

“Selada menjadi kebutuhan rutin kami karena hampir selalu digunakan dalam setiap porsi makanan yang didistribusikan. Saat ini kami melayani sekitar 2.300 penerima manfaat sehingga kebutuhan pasokannya cukup besar dan harus tersedia secara berkelanjutan,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *