Buka Mulai Hari Ini, Pengunjung Antusias Lihat Pameran EastFood Indonesia 2026 di Surabaya

jatimtodaycom
18 Jun 2026 14:58
3 menit membaca

Surabaya – Antusiasme masyarakat mewarnai hari pertama penyelenggaraan pameran EastFood Indonesia 2026 di Grand City Convex, Kamis (18/6/2026). Sejak pagi, ribuan pengunjung memadati area pameran untuk melihat beragam produk makanan dan minuman, menyaksikan kompetisi memasak, hingga mencari peluang bisnis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pengunjung mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB. Sejumlah peserta kompetisi memasak bahkan hadir lebih awal untuk melakukan persiapan.

Pameran yang berlangsung hingga Minggu (21/6/2026) ini menempati dua lantai di Grand City Convex dan diikuti sekitar 180 peserta. Sebanyak 30 hingga 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Jawa Timur dan berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.

Booth-booth pameran tampak dipenuhi pengunjung yang berburu aneka produk makanan dan minuman. Sebagian pengunjung terlihat menyaksikan demonstrasi pengolahan makanan, sementara lainnya memanfaatkan kesempatan untuk berbelanja langsung dari para pelaku usaha.

Salah seorang pengunjung, Reni, warga Bubutan, Surabaya, mengaku sengaja datang bersama suaminya karena tertarik dengan ragam produk dan agenda kompetisi yang ditampilkan.

“Saya sangat senang sekali karena ini bukan yang pertama. Tahun lalu saya juga hadir di sini dan membeli beberapa makanan dan minuman. Pokoknya lengkap pameran ini. Saya ke sini mengajak suami untuk melihat-lihat dulu. Katanya di sini ada kompetisi memasak dan menghadirkan chef profesional, jadi saya ingin melihatnya,” ujar Reni.

Owner Krista Exhibitions, Daud D Salim mengatakan, penyelenggaraan EastFood Indonesia tahun ini menjadi yang ke-16 di Surabaya dengan sejumlah agenda menarik, termasuk delapan kategori kompetisi memasak yang diikuti mahasiswa kuliner dan para chef.

“Antusiasmenya sangat tinggi sehingga setiap perlombaan yang delapan itu penuh,” kata Daud.

Menurutnya, pihak penyelenggara juga menghadirkan Master Chef Pizza dari Italia yang mengombinasikan pizza dengan cita rasa khas Indonesia.

“Ini penting karena industri makanan dan minuman tidak lepas dari promosi kuliner khas Indonesia, terutama Jawa Timur dan Surabaya,” lanjutnya.

Daud menambahkan, tahun ini terdapat lebih dari 30 UMKM yang menampilkan berbagai produk olahan, mulai dari cokelat, sambal, hasil laut, hingga rumput laut.

Ia menyebut sejumlah UMKM peserta pada penyelenggaraan tahun lalu berhasil memperoleh pesanan ekspor ke Malaysia. Pada pameran kali ini, sejumlah calon pembeli dari Malaysia juga dijadwalkan bertemu dengan para peserta pameran.

“Kami melihat UMKM sudah naik kelas. Tahun lalu mereka mendapatkan beberapa pesanan ekspor ke Malaysia, dan tahun ini ada tamu dari Malaysia yang akan kami pertemukan dengan para supplier,” katanya.

Selama empat hari penyelenggaraan, panitia menargetkan total kunjungan mencapai 20.000 hingga 25.000 orang atau sekitar 5.000 sampai 6.000 pengunjung per hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilai mampu mempertemukan pelaku industri, UMKM, dan pegiat kuliner dalam satu ekosistem.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar pada sejumlah komoditas unggulan seperti jagung, tebu, daging, dan susu yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Ini momen yang luar biasa untuk menggerakkan ekonomi Jawa Timur, terutama ekonomi kreatif. Kuliner adalah bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah tinggi,” tandasnya.

Endy menegaskan, pemerintah daerah mendorong agar UMKM tidak hanya menjadi pemasok produk konsumsi, tetapi juga terlibat sebagai bagian dari rantai pasok industri.

Ia mengakui tantangan ekspor masih cukup besar, terutama terkait perizinan dan sertifikasi seperti HACCP yang memerlukan waktu panjang. Karena itu, pihaknya akan terus mendampingi pelaku UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi perdagangan dan bea cukai.

“Data BPS menunjukkan jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 4,5 juta. Tantangannya adalah bagaimana semakin banyak pelaku UMKM yang bisa naik kelas dan memasarkan produknya ke luar negeri,” tutup Endy.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *