Wanti-wanti Kapolda Jatim kepada Anggota : Senjata Api Hanya Pilihan Terakhir

jatimtodaycom
8 Jul 2026 19:41
2 menit membaca

Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto mengingatkan seluruh anggota Polri di jajaran Polda Jatim agar tidak sembarangan menggunakan senjata api dalam menjalankan tugas. Penggunaan senjata api, kata dia, hanya boleh dilakukan sebagai upaya terakhir dan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, prosedur, maupun moral.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Jatim saat membuka Lomba Menembak Kapolda Jatim Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Tembak Mapolda Jatim, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti para Kapolres dan personel jajaran Polda Jawa Timur.

Menurut Nanang Avianto, kemampuan menembak dan penggunaan senjata api perlu terus diasah melalui latihan yang terukur dan berkelanjutan. Namun, keterampilan tersebut harus dibarengi dengan pemahaman mengenai prinsip profesionalisme, pengendalian diri, dan tanggung jawab.

“Senjata api bukan alat utama dalam bertugas, melainkan alternatif terakhir. Setiap peluru yang dilepaskan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum, prosedur, maupun moral,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam doktrin kepolisian modern, penggunaan senjata api hanya dapat dilakukan apabila benar-benar diperlukan dan harus mengacu pada prinsip legalitas, nesesitas, proporsionalitas, akuntabilitas, serta standar operasional prosedur yang berlaku.

Kapolda Jatim menyebut kejuaraan menembak yang digelar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari pembinaan kemampuan personel guna meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya bagi anggota yang diberi kewenangan menggunakan senjata api.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan itu juga menjadi sarana membentuk karakter personel yang disiplin, tangguh secara mental, serta memiliki pengendalian diri yang baik.

Di tengah era keterbukaan informasi, Nanang Avianto mengingatkan bahwa setiap tindakan anggota Polri menjadi perhatian publik. Karena itu, profesionalisme, kecermatan, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas harus terus dijaga.

“Profesionalisme dan keterampilan tidak diperoleh secara instan, tetapi harus terus diasah melalui pendidikan, pelatihan, dan evaluasi secara berkelanjutan agar setiap personel siap menghadapi dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jatim juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menggelorakan semangat “Jogo Jatim” sebagai komitmen Polda Jawa Timur dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“‘Jogo Jatim’ bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kita bersama untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sehingga situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *