
Surabaya – Perjalanan pulang-pergi (PP) Surabaya-Prigen sejauh sekitar 155 kilometer menggunakan BYD M6 Dual Mode (DM) ternyata hanya membutuhkan bensin sekitar Rp15 ribu. Efisiensi tersebut dibuktikan langsung dalam ajang Media Experience: BYD DM Technology Challenge yang digelar PT BYD Motor Indonesia.
Sebanyak 11 unit BYD M6 DM digunakan awak media dan kru untuk menempuh rute dari BYD Arista Kenjeran Surabaya menuju Taman Dayu, Prigen, Pasuruan, lalu kembali ke Surabaya pada Rabu (1/7/2026). Pengujian ini menjadi ajang pembuktian performa, efisiensi, dan kenyamanan teknologi hybrid terbaru BYD di berbagai karakter jalan.
Salah satu peserta dari VIVA Jatim, Mokhammad Dofir mengaku, terkejut dengan efisiensi bahan bakar yang ditawarkan BYD M6 DM.
“Setiap mobil hasilnya berbeda-beda tergantung bagaimana cara berkendaranya. Di tim kami dengan jarak tempuh sekitar 155 kilometer, mobil yang kami gunakan menghabiskan Pertamax sekitar Rp15 ribuan, sedangkan baterai tersisa 19 persen dari kondisi awal 98 persen,” ujarnya.
Menurut Dofir, bukan hanya irit, BYD M6 DM juga menawarkan kenyamanan kabin yang membuat perjalanan jauh terasa lebih menyenangkan.
“Di BYD M6 saya sama sekali tidak merasa pusing, padahal hampir sepanjang perjalanan saya menatap layar ponsel untuk menulis berita,” katanya.
Dia juga menilai kabin mobil terasa sangat senyap.
“Saat kaca ditutup, suara dari luar hampir tidak terdengar sehingga perjalanan terasa tenang dan nyaman,” ucapnya.
Pengalaman serupa dirasakan Guruh Dhimas dari Harian Disway. Menurutnya, kabin yang senyap membuat perjalanan lebih rileks meski harus bekerja selama di perjalanan.
“Kabinnya terasa senyap sehingga perjalanan menjadi lebih rileks, bahkan saat harus terus menatap layar ponsel untuk navigasi atau bekerja, saya tidak merasakan pusing seperti di mobil lain,” tuturnya.
Sementara itu, Product Planning BYD Motor Indonesia, Yoni Prasetya Eka Putra, mengatakan teknologi Dual Mode dikembangkan dengan empat keunggulan utama yang dirangkum dalam slogan GASS, yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Karakter gesit berasal dari kombinasi motor listrik melalui Electric Hybrid System (EHS) dan mesin bensin 1.500 cc. Motor listrik menghasilkan tenaga 120 kW dengan torsi 210 Nm, sedangkan mesin bensin menyumbang tenaga 74 kW atau 101 PS dan torsi 126 Nm.
“Dari kombinasi dua sumber tenaga yang diatur secara cerdas, BYD M6 DM mampu berakselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 9,1 detik. Di jalan tol maupun tanjakan performanya tetap responsif,” ujar Yoni.
Dia menjelaskan, keunggulan lain terdapat pada fleksibilitas pengisian energi. Selain dapat diisi ulang menggunakan listrik, kendaraan juga dapat menggunakan bensin RON 92 saat daya baterai menipis.
“Pada dasarnya ini adalah mobil listrik yang bisa diisi bensin. Jadi pengguna tidak perlu khawatir ketika baterai habis karena kendaraan tetap dapat berjalan menggunakan mesin bensin,” katanya.
Yoni menambahkan, sekitar 80 persen kondisi berkendara memanfaatkan motor listrik sehingga suara mesin jauh lebih halus dan kabin menjadi lebih senyap.
Di sisi efisiensi, mesin hybrid 1.500 cc yang digunakan memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen dengan rasio kompresi 16:1. Berdasarkan pengujian internal, teknologi tersebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter dalam kondisi pengujian tertentu.
Selain itu, BYD M6 DM juga dibekali berbagai fitur modern, mulai head unit 12,8 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, pilihan mode berkendara Eco, Normal, dan Sport, hingga beragam fitur keselamatan dan bantuan berkendara.
Tidak ada komentar