
Ngawi – Sebanyak 255 bilah keris dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngawi dipamerkan dalam Pagelaran Tosan Aji sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668. Tingginya antusiasme masyarakat membuat seluruh ruang pamer terisi penuh, bahkan sejumlah koleksi tidak dapat ditampilkan karena keterbatasan tempat. Kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa warisan budaya tosan aji masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat.
Ratusan keris yang dipamerkan merupakan koleksi milik masyarakat, kepala desa, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda, hingga Bupati dan Wakil Bupati Ngawi. Seluruh koleksi tersebut berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Ngawi dan mencerminkan kekayaan sejarah serta budaya yang masih terjaga.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan penyelenggaraan Pagelaran Tosan Aji sejalan dengan tema Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668, yakni Ngawi Tumbuh, Berdaya, dan Berbudaya.
“Melalui pagelaran Tosan Aji ini kami ingin menggali mutiara-mutiara terpendam, sejarah yang selama ini tersimpan di Kabupaten Ngawi, khususnya yang berkaitan dengan tosan aji atau keris,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, pagelaran tersebut tidak hanya menghadirkan pameran benda pusaka, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan budaya yang diwariskan para leluhur.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya merawat warisan budaya berupa tosan aji ini, tetapi juga melestarikan sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat,” katanya.
Selain menghadirkan pameran dan bursa koleksi, kegiatan tersebut juga dilengkapi layanan konsultasi serta edukasi mengenai tosan aji. Program itu ditujukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami nilai sejarah, filosofi, dan makna budaya yang terkandung dalam setiap bilah keris.
“Yang kami inginkan adalah generasi muda memiliki cara pandang yang benar terhadap tosan aji, bahwa ini merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dijaga,” lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Mas Antok itu mengungkapkan, jumlah koleksi yang dipamerkan mencapai 255 bilah keris. Seluruh meja pamer yang disiapkan panitia terisi penuh, sementara beberapa koleksi lainnya belum dapat dipajang karena keterbatasan area pamer.
“Antusiasme masyarakat dari berbagai pelosok Kabupaten Ngawi sangat luar biasa. Ada beberapa koleksi yang terpaksa tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan tempat,” ungkapnya.
Melihat besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi membuka peluang agar Pagelaran Tosan Aji dapat digelar secara rutin setiap tahun. Selain menjadi media pelestarian budaya, agenda ini juga diharapkan semakin memperkuat citra Kabupaten Ngawi sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan warisan budaya.
“Sangat mungkin kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Sekaligus untuk meneguhkan Kabupaten Ngawi sebagai salah satu kota budaya di Indonesia yang memiliki kekayaan peninggalan sejarah,” pungkasnya.
Tidak ada komentar